<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235</id><updated>2011-11-17T04:03:33.947-08:00</updated><title type='text'>Milis</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi tentang tulisan-tulisan dari milis yang saya ikuti. Semua cerita yang diposting di sini INSYALLAAH bermanfaat untuk dijadikan muhasabah/refleksi diri....

SEMOGA BERMANFAAT...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-5228222596920777661</id><published>2011-11-08T19:01:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T19:14:37.807-08:00</updated><title type='text'>MANUSIA PEMBUNUH KEBODOHAN</title><content type='html'>MUNGKIN Anda belum mengenalnya. Ia memang bukan bintang sinetron. Bukan politisi. Bukan selebriti. Tapi bagi mereka yang mengenalnya, Kiswanti lebih dari itu, ia adalah seorang pahlawan. Ia adalah perempuan 'nekad' yang berkeliling dengan sepeda membagikan buku tanpa menarik biaya. Tujuannya : supaya rakyat kecil, terutama anak-anak tertarik membaca dan lebih pintar. Sederhana. Namun usahanya tak sesederhana tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh puluhan tahun bagi Kiswanti untuk bisa jadi seperti sekarang. Dan selama puluhan tahun itu, ibu 2 anak ini berjuang sebagai loser. Lahir dari keluarga kurang mampu, ayahnya seorang penarik becak dan ibunya penjual jamu gendong. tak mampu membiayainya bersekolah. Tapi sang ayah tak kehabisan akal, ia mencoba mengajari Kiswanti kecil membaca dari potongan-potongan surat kabar yang lantas jadi bekal ia belajar merangkai huruf, mengeja, menulis dan akhirnya membaca. Tak puas, maka diam-diam ia `masuk' ke sebuah SD dekat rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat bulan kemudian, pihak sekolah menagih uang SPPnya. Terpaksa ia mengaku dan meminta kepada orangtuanya, tapi mereka tak mampu membayar,  malah ayahnya dengan berat hati menyarankan agar ia keluar saja. Tapi keinginannya untuk belajar tak bisa dikalahkan oleh siapapun, dan sang ayah akhirnya dengan sekuat tenaga mencoba mengumpulkan uang untuk membayar SPP-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial, ketika uang tunggakan dibayarkan, pihak sekolah sudah memutuskan Kiswanti tak naik kelas. Pikiran lugu anak kecilnya sempat bertanya-tanya kenapa hanya gara-gara terlambat bayar uang SPP ia tak bisa naik kelas, padahal ia sering ikut lomba dan menjadi juara? Toh kesedihan itu berangsur reda ketika muncul sebuah `keajaiban',  tiba-tiba saja seluruh SPP-nya ada yang melunasi. Meski pintar, namun statusnya sebagai anak `wong cilik yang kere' membuat ia tak punya teman. Malahan, saking kesepiannya, saat istirahat ia malah main di kuburan yang terletak didekat sekolahnya. Dengan imajinasinya yang super aktif, Kis kecil sering mengajak bicara pepohonan dan berteman dengan blacan (kucing hutan) yang berkeliaran di area tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan tersebut baru berhenti ketika suatu hari datang peninjau ke sekolahnya dan menanyakan kenapa ada anak perempuan yang sepertinya murid sekolah tersebut bermain di kuburan. bapak Peninjau tersebut lantas mengatakan kalau sebaiknya ia bermain ia menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan. bahkan ia lalu diberi keleluasaan pinjam buku tanpa harus jadi anggota, sebagai gantinya Kis disuruh membantu di bagian pencatatan peminjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Kis girang sekali. Impiannya selama ini untuk bisa membaca buku sepuas hati pun terlaksana. Namun itu tak merubah banyak hal,  teman-temannya masih saja tak mau bergaul dengannya. Seragamnya yang hanya satu buah makin hari makin kekuningan, dan itu menjadi cibiran teman-teman sekolahnya. Menjelang kelulusan, Trisno, sang ayah memanggilnya. "Ayah tak tega melihat situasi yang saya hadapi,  akhirnya bilang kalau sebaiknya saya berhenti sekolah saja, karenakami… terlalu miskin..," ujarnya masgul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, semangat belajar Kiswanti tak pernah pudar. "Sayaselalu ingat kalimat ayah : "Sampai kapanpun kalau kamu bisa baca (tulis), kamu tetap bisa pintar"… hingga sekarang kalimat itu melekat di hati, dan mungkin itu juga yang membuat saya tak pernah menyerah, saya tak ingin jadi orang bodoh. Meski saya hanya orang miskin lulusan SD," kata Kiswanti. bahkan setelah tak bisa sekolah pun, ia tetap membuatnya berpikir bagaimana agar bisa terus belajar, dan bagaimana bisa punya perpustakaan gratis agar orang-orang miskin macam dirinya bisa ikut mendapat ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai `ganti' pendidikan formal yang bagi keluarganya terlalu mahal, Kiswanti belajar dari buku-buku bekas yang dibelikan orangtuanya di pasar loak. Saat memasuki SMP dan SMA, ia bertanya-tanya pada teman-temannya yang belajar di sekolah favorit, mengenai buku pelajaran apa saja yang digunakan, lalu ia meminta ayahnya membelikan di pasar loak. Dan meski tak lagi duduk di bangku sekolah, Kis bisa mengejar ketinggalan, bahkan kini teman-temannya sering memintanya membuatkan pe-er. Melek aksara, terbukti telah menaikan derajat Kiswanti, setidaknya kini ia punya banyak teman yang membutuhkan kepintarannya. Dan pesan sang ayah kembali terngiang di telinga, tak akan pernah jadi orang bodoh bila rajin membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beranjak dewasa, tepatnya di tahun 1987, Kiswanti pun nekad hijrah ke Jakarta, menguji nasib sebagai pembantu rumah tangga, seperti yang sudah banyak dilakukan sebagian teman di kampungnya. Ia pun lantas menulis surat kepada salah seorang temannya yang sudah bekerja disana. Tak lama ia diberitahu kalau ada sebuah pekerjaan menanti, sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga Philipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitu, Kis menjadi pembantu yang ke tujuh, pekerjaannya standard dan khas pembantu rumah tangga : bersih-bersih rumah dan membantu di dapur. Suatu kali, salah seorang pembantu sakit, dan ia disuruh menggantikan tugasnya membersihkan ruang kerja tuannya. Begitu membuka pintu ruang kerja sang majikan, mulutnya ternganga, ia tak bisa mempercayai penglihatannya. Ternyata di dalam ruang kerja majikannya terdapat sebuah perpustakaan pribadi. Yang lebih mengejutkan ia melihat banyak koleksi buku berbahasa Indonesia yang selama ini hanya mondar-mandir dalam khayalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiswanti jadi makin semangat. Ia merasa cita-citanya untuk memiliki perpustakaan seperti ditunjukan jalan. Panggilan hatinya tak lagi terbendung, ia lalu nekad menemui kepala pembantu rumah tangga, minta tolong untuk bicara pada majikannya, serta menitip pesan agar gajinya yang sebesar Rp 40 ribu itu dibayarkan dalam bentuk buku saja. Tapi ternyata permintaan itu tak dikabulkan, ia tetap digaji seperti biasa. Malah, karena dianggap lebih 'edukatif', `pangkatnya' dinaikan sebagai babysitter yang menemani anaknya yang berusia 7 tahun belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, 3 bulan kemudian, keluarga majikannya harus kembali ke negaranya. Saat perpisahan Kiswanti diberi pesangon sebesar Rp. 50 ribu. Ia pun dibawa ke Kwitang dan bisa membeli 45 judul buku. Awalnya sisa pesangon itu ia bawa sebagai bekal pulang ke desa, bersama buku-buku barunya. Tapi di stasiun ia bertemu Ngatmin, seorang tukang batu yang sedang mengantar majikannya naik kereta. Mereka berkenalan, Ngatmin pun lantas menawarkan pekerjaan di sebuah keluarga Korea. Gajinya besar, 60 ribu rupiah. Kiswanti akhirnya urung pulang kampung. Ia sudah membayangkan bisa menambah koleksi buku dan membelikan adik-adiknya mesin jahit atau peralatan rumah tangga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkenalan, Ngatmin sendiri tak bisa menutupi ketertarikannya pada Kiswanti, yang ia anggap ramah dan sopan, berbeda dengan `perempuan kampung' lain yang pernah ia temui. Ketika didekati, Kis menanyakan keseriusan Ngatmin sembari mengatakan kalau tak mudah dekat dengannya, Ngatmin adalah pria ke-19 yang kemungkinan tak akan sanggup menerima syarat yang diajukan Kiswanti, yang memang tergolong tak biasa. Antara lain, ia minta diperbolehkan meneruskan hobinya mengoleksi buku, dan hasil pemasukan kerja suami boleh dipakai sebagian untuk mengembangkan perpustakaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar dugaan Ngatmin menyetujui syarat-syarat ajaib tersebut. Setelah menikah, pasangan ini meneruskan kehidupan mereka yang keras di ibukota.  Ngatmin bekerja sebagai kuli bangunan, Kiswanti sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga Korea. Namun, meski tinggal di rumah kontrakan yang sempit dan sumpek, tak melenyapkan cita-citanya membuka perpustakaan. Dari hasil keringatnya, buku demi buku ia kumpulkan. Meski itu hanya berupa buku-buku loakan dari pasar Senen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun kemudian, pasangan ini berhasil mengumpulkan sisa jerih payah mereka untuk membeli sebidang tanah di kawasan Parung, Bogor pada tahun 1994. Disinilah `perjalanan' baru Kiswanti dimulai. Melihat tetangganya yang kala itu tak pedulian akan pendidikan rupanya menggugah hatinya. Melihat kondisi sekitarnya, ia pun terpanggil untuk membuat lingkungannya melek edukasi. Dan karena tak memiliki bekal selain sebuah kebulatan tekad, Kis pun memulai sebuah perjalanan yang tak biasa. Dengan sepeda ontel dan tumpukan buku yang ia taruh di boncengan ia mulai berkeliling kampung `membagikan' buku bagi mereka yang `ingin lebih pintar'. Toh tak semua orang bisa menerima Kiswanti dengan tangan dan pikiran terbuka, banyak yang menghina, bahkan mengatainya sebagai orang gila. Namun, keyakinannya membagi ilmu lewat buku (bacaan) tak tergoyahkan. "Saya sudah biasa dihina dari kecil," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas sekedar `berkeliling', Kiswanti pun lantas mendirikan sebuah perpustakan sederhana yang terletak di rumahnya sendiri kawasan Parung, Bogor, dimana kini anak-anak kecil setiap hari menghabiskan waktu luang mereka di sebuah ruangan berukuran 4 x 10 meter itu. Di sisi kiri kanan ruangan kecil tersebut berjejer rak warna-warni penuh buku. Ada juga beberapa mainan seperti jigsaw puzzle, monopoli dan lego tersusun rapi di sudut ruangan. Tampak pula deretan huruf dari guntingan kardus yang dicat menempel di dinding : Warabal, Warung Baca Lebakwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Warabal dirintis dengan usaha swadaya penuh. Buku-buku didapat dengan menyisihkan uang belanja. Kadang, hal ini membebani suami dan anak-anak Kiswanti yang mengandalkan upah pembersih kolam renang dan warung kecil sebagai pendapatan rutin keluarga. Toh ditengah kondisi yang serba mepet, ia masih bisa tersenyum. "Saya bersyukur di tengah keterbatasan, cita-cita saya mendirikan warung baca bisa terwujud.  Suami dan anak-anak pun mendukung," ungkap perempuan kelahiran desa Ngidikan, Bantul DIY ini. Suaminya mengaku bangga atas usaha Kiswanti yang tergolong `gila' dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan keluarganya memang tak kecil. Selain sering mendapat ejekan dan dijauhi orang karena dianggap aneh, hasil keringat mereka juga kadang terpaksa dikorbankan. Pernah demi perpustakaan Kis, Ngatminterpaksa menjual motornya, bahkan Afief, si Sulung juga dengan berat hati pernah menyerahkan isi tabungannya untuk sang Bunda. Padahaltabungan itu rencananya untuk biaya masuk kuliah. Toh perjalananpanjang dan pantang menyerah Kiswanti lambat laun membuahkan hasil juga. Bahkan kisah `perpustakaan onthel' itu akhirnya terdengar juga oleh sebuah departemen yang bergerak di bidang pendidikan, yang lantas membantunya sejumlah dana untuk memajukan perpustakaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika media mulai sering menulis tentang dirinya, bantuan pun lantas mulai berdatangan, baik dari instansi, perusahaan, meski kebanyakan adalah bantuan perorangan yang tergerak setelah tahu usaha keras Kiswanti. Yang menyenangkan, bantuan-bantuan itu bukan hanya untuk erpustakaannya tapi juga untuk anak-anaknya. Kis sangat bersyukur karena anak pertamanya bisa kuliah, meski itu dengan bantuan dari donatur. Sementara untuk perpustakaannya, belakangan mendapat sumbangan dari jaringan perpustakan dan relawan `1001buku'. Sekarang,  Warabal bukan hanya mendapat banyak buku berkualitas, namun juga berbagai kegiatan untuk anak-anak. Lengkaplah sudah perpustakaan sederhana miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perpustakaan hasil perjuangan panjang itu, memang tak pernah sepi.  Pintunya pun tak pernah dikunci. Setiap saat ada saja anak-anak kecil yang masuk, dari sekedar main dakon atau serius mencari rujukan untuk pelajaran sekolah. Disitu pula ada jadwal-jadwal kursus gratis, dari belajar computer sampai bahasa Inggris. Kini perpustakaan kecil itu terus bergeliat, tak ada waktu libur, demi membaca, demi kepintaran. Dari 180 buku yang bisa dikumpulkan di tahun 1994, kini berkembang hingga ada 7250 buah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-5228222596920777661?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/5228222596920777661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2011/11/manusia-pembunuh-kebodohan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5228222596920777661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5228222596920777661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2011/11/manusia-pembunuh-kebodohan.html' title='MANUSIA PEMBUNUH KEBODOHAN'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-7629511987378163234</id><published>2011-05-19T15:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T15:29:45.626-07:00</updated><title type='text'>Kecantikan Itu.............</title><content type='html'>Suatu pagi seorang gadis berkata pada Ibunya:&lt;br /&gt;"Bunda ku sayang.., engkau selalu terlihat cantik, aku ingin sepertimu, beritahulah aku resepnya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tatapan dan senyum, sang bunda pun menjawab dengan perlahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk Bibir yg Menarik, Ucapkanlah hanya perkataan2 yang baik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Pipi yang Lesung, Tebarkanlah Senyum Ikhlas mu di manapun engkau berada... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Mata Indah Menawan, Lihatlah selalu Kebaikan orang lain...siapapun itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Tubuh yang Langsing, Sisihkan Makanan mu bagi fakir miskin... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Jemari Tangan yang Lentik Menawan, Hitunglah Dosa mu, dan Pujianmu untuk Sang Maha Pencipta....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Wajah Putih Bercahaya, Basuhlah Muka-mu sering2 dengan air yang suci dan bersih yaitu wudhu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku sayang....&lt;br /&gt;Kecantikan FISIK pasti akan segera pudar oleh waktu, tetapi kecantikan PERILAKU TIDAK akan pernah pudar, meskipun oleh kematian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CANTIK kanlah hatimu...ia akan terus menerus berpendar2 cahaya-nya...walaupun cantik wajahmu telah lama meredup...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-7629511987378163234?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/7629511987378163234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2011/05/kecantikan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7629511987378163234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7629511987378163234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2011/05/kecantikan-itu.html' title='Kecantikan Itu.............'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-5797076882306346286</id><published>2010-12-28T13:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T14:00:33.218-08:00</updated><title type='text'>IBU...........</title><content type='html'>Ibu...Aku ada pasangan hidup sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila senang, aku cari....pasanganku&lt;br /&gt;Bila sedih, aku cari....ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku&lt;br /&gt;Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku&lt;br /&gt;Bila berduka, aku peluk erat....ibuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku&lt;br /&gt;Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sambut hari kasih sayang. Aku beri hadiah pada pasanganku&lt;br /&gt;Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu.. aku ingat pasanganku&lt;br /&gt;Selalu.. ibu ingat aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat... aku akan telepon pasanganku&lt;br /&gt;Entah kapan... aku ingin telepon ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku&lt;br /&gt;Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu&lt;br /&gt;Renungkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berderai air mata jika kita mendengarnya........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau ibu sudah tiada..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis&lt;br /&gt;ibunya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur&lt;br /&gt;lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera melap&lt;br /&gt;tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.&lt;br /&gt;Upah membantu ibu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-&lt;br /&gt;2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-&lt;br /&gt;3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-&lt;br /&gt;4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-&lt;br /&gt;5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-&lt;br /&gt;6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-&lt;br /&gt;Jumlah : Rp 17.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak, kemudian si ibu mengambil&lt;br /&gt;pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS&lt;br /&gt;2) Biaya tidak tidur karena menjagamu - GRATIS&lt;br /&gt;3) Biaya air mata yang menitik karenamu - GRATIS&lt;br /&gt;4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu - GRATIS&lt;br /&gt;5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS&lt;br /&gt;Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,&lt;br /&gt;"Aku Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis di muka kertas&lt;br /&gt;yang sama:&lt;br /&gt;"Telah Dibayar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LUNAS&lt;/span&gt; "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-5797076882306346286?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/5797076882306346286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/12/ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5797076882306346286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5797076882306346286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/12/ibu.html' title='IBU...........'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-2693421997596603817</id><published>2010-11-01T03:44:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T03:46:15.029-07:00</updated><title type='text'>Pencuri yang Tercuri</title><content type='html'>Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi‘in. Ia  orang miskin. Sangat miskin. Tidak ada barang berharga di rumahnya.  Jelas, jika ada pencuri memasuki rumahnya, itu adalah keputusan yang  sangat salah. Seperti pencuri yang satu ini. Saya nukilkan kisah Malik  dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytâqqîn ilâ al-Jannah  (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  malam, pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. Ia mencari-cari  barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. Semua ruangan dimasuki.  Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya  tahu jika ada yang masuk ke rumahnya. Ia tetap mengerjakan shalat, tidak  khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri. Ia yakin jika  pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. Sebab,  dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa. Sampai kemudian si  pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat, dan secara  kebetulan, Malik baru selesai mengerjakan shalat. Si pencuri terkejut.  Ternyata rumah ini ada penghuninya. Keduanya bertatapan. Malik  mengucapkan salam kepada pencuri, sementara si pencuri hanya terpaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudaraku,”  kata Malik. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa.  Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa  apa-apa.” Si pencuri masih terpaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik berdiri lalu ke  belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berwudulah  dengan air ini,” kata Malik, “lalu kerjakanlah shalat dua rakaat. Kau  akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik,  Tuan,” kata si pencuri. Ia seperti terhipnotis, menuruti semua perintah  Malik. Setelah selesai mengerjakan shalat, si pencuri mendekati Malik.  “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silakan. Kerjakan  semampumu,” jawab Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pencuri tampak menikmati shalat  malam itu, sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat, tapi terus  mengerjakan shalat sampai waktu subuh tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang sudah  saatnya kau pulang dari sini,” kata Malik. “Kau akan pergi dengan  membawa hidayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi si pencuri berkata, “Jika Tuan  mengizinkan, aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini. Aku sudah  berniat berpuasa.” Malik pun mengizinkan. “Silakan, jika kau memang  menghendaki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hendak pergi, si pencuri berkata kepada Malik,  “Aku ingin bertobat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah,”  kata Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencuri itu berlalu. Sampai kemudian ia bertemu  dengan temannya sesama pencuri. “Aku pikir kau membawa banyak hasil  curian,” kata temannya itu. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah  seseorang bernama Malik ibn Dinar,” kata si pencuri. “Tapi dia ternyata  orang miskin yang tak punya apa-apa. Dan, justru dia yang mencuri apa  yang kumiliki selama ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diadopsi dari &lt;a href="http://penerbitzaman.com/code.php?index=Celah&amp;amp;act=article&amp;amp;ID=56"&gt;sini lo&lt;/a&gt;....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-2693421997596603817?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/2693421997596603817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/11/pencuri-yang-tercuri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2693421997596603817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2693421997596603817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/11/pencuri-yang-tercuri.html' title='Pencuri yang Tercuri'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-7266185405830000589</id><published>2010-10-09T00:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-09T00:36:45.129-07:00</updated><title type='text'>Kisah Cinta Sejati dari Negeri Sebelah</title><content type='html'>"&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;true love doesn't have a happy ending, because true love never ends&lt;/span&gt;." bener ga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini keadaan sulit," katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. "Kau adalah harapan kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shinji naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Shinji menemukan emas di Pegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbulan-bulan Shinji mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Shinji merindukan dan sangat ingin disambut oleh wanita yang dicintainya. Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Asaka Matsutoya sebelum secara resmi punya kesempatan mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Asaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut Asaka yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi putri Keluarga Yoshinori Matsutoya yang paling cantik. Shinji baru sempat duduk di sampingnya dalam acara perayaan pesta bunga dan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah gadis itu agar bisa bertemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya, Shinji ingin sekali membelai rambut Asaka yang pirang kemerahan dan memeluk gadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya, meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram dating mengabarkan rencana untuk membuat hidup Shinji menjadi lengkap. Pak Yoshinori Matsutoya akan mengirimkan putrinya kepada Shinji di Amerika. Putrinya itu suka bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Shinji selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas. Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Shinji sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang&lt;br /&gt;wanita. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya di padang rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup. Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Shinji melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal Asaka.Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian tersentak karena kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Asaka, tetapi Yumi Matsutoya kakaknya, yang turun dari kereta api. Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Shinji hanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu kepada Yumi. "Selamat datang," katanya lirih, matanya menatap nanar. Senyum tipis menghias wajah Yumi yang tidak cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini," kata Yumi, sambil sekilas memandang mata Shinji sebelum cepat-cepat menunduk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan mengurus bawaanmu," kata Shinji dengan senyum terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak Matsutoya dan ayahnya benar. Yumi memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Shinji bekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan cermat Yumi mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu 6 bulan, asset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan, keluh Shinji dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Yumi? Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Asaka? Apakah impian lamanya untuk memperistri Asaka harus dilupakannya? Setahun lamanya Yumi dan Shinji bekerja, bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah sekali, Yumi mencium pipi Shinji sebelum masuk ke kamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Yumi cukup puas dengan jalan-jalan berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Shinji mengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia. Tiba-tiba Yumi muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka. Shinji menyekop dan memasukkan pasir kedalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Yumi melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati sup panas, Shinji mendesah, "Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Yumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama-sama," gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Matsutoya dan Keluarga Kubota akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya, jantung Shinji kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Asaka. Dia dan Yumi pergi ke stasiun kereta api. Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Asaka muncul, Yumi menoleh kepada Shinji.&lt;br /&gt;"Sambutlah dia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kaget, Shinji berkata tergagap, "Apa maksudmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shinji, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Matsutoya yang kau inginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Asaka dalam acara Perayaan pesta bunga lalu." Dia mengangguk ke arah adiknya yang sedang menuruni tangga kereta. "Aku tahu&lt;br /&gt;bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi istrimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yumi meletakkan jarinya pada bibir Shinji. "Ssstt," bisiknya. "Aku mencintaimu, Shinji. Aku selalu mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah adikku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shinji mengambil tangan yumi dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Yumi menengadah, untuk pertama kalinya Shinji melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika Yumi membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, Yumi. Engkaulah yang kuinginkan." Shinji merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yg tiba-tiba membuncah didalam dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, "Kami datang untuk menghadiri pernikahan kalian!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-7266185405830000589?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/7266185405830000589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/10/kisah-cinta-sejati-dari-negeri-sebelah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7266185405830000589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7266185405830000589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/10/kisah-cinta-sejati-dari-negeri-sebelah.html' title='Kisah Cinta Sejati dari Negeri Sebelah'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-8763977479707735628</id><published>2010-10-02T05:36:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T05:37:11.459-07:00</updated><title type='text'>SEGELAS AIR PUTIH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Tak lepas pandangan Ahmad menatap segelas air putih di depannya. Dihempaskan tubuhnya di sofa, sambil melepas sepatu satu-satu, kemudian dilemparkannya dipojok ruangan tamu. Tak habis pikir, sudah 3 hari ini di meja makan hanya tersedia segelas air putih dan tiga biji butir korma. Ada apa dengan istrinya?.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dia membatin. Rasanya uang belanja yang dia berikan cukup untuk menyediakan makan 10 orang. Kenapa hanya segelas air putih. Bisa saja Ahmad makan diluar. Dengan jabatannya di dirjen pajak, apa saja sanggup dia beli. Rumah sekarang yang ditempati saja mampu untuk menampung 100 orang, mobil sudah terpakir model terbaru. Duh, benar-benar Ahmad tak habis pikir. Rasanya dirinya benar-benar tidak dihargai istrinya. Apakah istrinya tidak tahu kalau di kantor dia bisa memerintahkan siapa saja, perlu apa saja dia tinggal tunjuk. Dengan masgul, dia tatap segelas air putih, dengan pikiran melayang. Hampir nanar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Teringat dahulu begitu mempesonanya sang istri, dia harus megalahkan selusin laki-laki, untuk mendapatkannya. Anggun dan berbudi pekerti luar biasa. Siapa yang tidak terpesona akan tutur katanya yang santun. Masih ditambah dengan kecerdasan yang amat menonjol. Bagai kejatuhan bulan. Itulah yang dia rasakan saat pinangannya diterima. Ya, dia amat mencintai istrinya. Tapi kalau sekarang dirinya disamakan dengan segelas air putih.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ahmad tanpa terasa geleng-geleng kepala. Betapa lelahnya dia seharian, paling awal dia pulang jam sepuluh malam. Dimana semua sudah tertidur. Biasanya dimeja makan lengkap sudah masakan kesukaannya, itulah bentuk penghargan dari istrinya padanya. Itu melahirkan rasa bangga bagi Ahmad. Rasa dihargai, rasa dihormati. Apalagi istrinya pasti memasak sendiri untuknya. Dia tidak pernah mempercayakannya kepada pembantu. Itu yang Ahmad suka. Seorang istri yang sempurna. Ada rasa aneh menyelinap di dada Ahmad. Segera ditepisnya. Diusap mukanya, dengan lunglai dia melangkah ke kamar, menatap sebentar istri yang sudah tertidur, ada rasa haru, tanpa sadar menghela nafas berat. Besok sajalah dia akan mencoba berbicara dengan istri. Setengah berbisik, dia kembali ke ruang pribadinya untuk sekedar menikmati musik kesayangannya. Sebuah ruangan bak studio rekaman yang mampu menghadirkan orkestra bagai menikmati suasana pertunjukan langsung. Dentuman halus, menghantarkan Ahmad menembus mimpi-mimpinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Memasuki alam mimpi, Entah mengapa pikiran masih saja menggayuti, keengganan akan air putih. Yah..segelas air putih, apa enaknya ?. Sungguh dia telah lupa betapa nikmatnya air putih. Begitu sejuk melegakan tenggorokan, menyapu setiap syaraf yang dilaluinya, dari kerongkongan, hingga memasuki &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ronnga perut. Terasa bagai guyuran air yang meyejukan peredaran darah. Baginya tak ada rasa. Sama saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Jutaan manusia yang berbaris mengais hidup di padang pasir yang tandus, mengerti betul bahwa segelas air putih lebih berharga daripada emas. Dalam belantara padang pasir siapapun rela mengorbankan harta bendanya demi segelas air putih. Yah..segelas air putih mampu menyelamatkan mereka dari kematian akibat kehausan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Disisi belahan bumi yang lain, di kutub-kutub dan padang padang salju. Di kutub kutub yang masih di selimuti gunung-gunung es. Manusia tak terlalu membutuhkannya. Dengan mudahnya mereka mendapatkan, karena seluruh hamparan mata memandang semua adalah air. Mereka membutuhkan kehangatan. Yah..rasa hangat, dari matahari akan menyelematkan mereka dari kedinginan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Manusia di kedua belahan bumi tersebut tentunya, akan memaknai segelas air putih dengan cara berbeda, dengan persepsi yang berbeda pula. Manusia yang hidup di padang pasir tak henti berdoa kepada Tuhannya agar diturunkan air dari langit, untuk &lt;span&gt; &lt;/span&gt;segelas air putih yang akan membasahi tenggorokan mereka. Manusia yang hidup di kutub meski membutuhkan air namun mereka tidaklah meminta agar diturunkan air hujan seperti halnya rekan mereka di padang pasir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ketika nikmat panas diberikan kepada kutub..&lt;br /&gt;apakah sama rasanya ketika diberikan kepada padang pasir..?&lt;br /&gt;Ketika nikmat air sejuk dan dingin diberikan kepada padang pasir&lt;br /&gt;apakah sama rasanya jika diberikan kepada kutub..?&lt;br /&gt;Bilakah manusia-manusia di dalamnya mau bertukar tempat..?&lt;br /&gt;Orang padang pasir menempati kutub dan diberikan apa permintaannya air yang sejuk lagi dingin terus menerus..?&lt;br /&gt;dan begitu juga sebaliknya...&lt;br /&gt;maukah mereka seperti itu..(?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;............................................&lt;br /&gt;manusia memohon dengan persepsinya rahsa yang menurutnya nikmat..&lt;br /&gt;bahkan tidak pernah mau melihat realitas tersebut..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;......................  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Betulkah panas yang diminta orang kutub baik untuk dirinya dan lingkungannya..?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Betulkah air hujan yang diminta manusia padang pasir baik untuk dirinya dan lingkungannya..?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Apakah manusia yang lebih tahu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Ataukah Tuhan yang tahu kebutuhan hamba-hambanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; .......................&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Ahmad masih memasuki alam mimpinya. Semua telah dimilikinya. Maka segelas air putih menjadi tak ada rasanya. Kemanakah rahsa yang dahulu begitu nikmat. Ketika segelas air putih membasahi tenggorokannya saat pertama kali, menapakkan kaki di belantara Jakarta. Panas yang menyengat , polusi dan kemacetan membuat air segelas itu nikmat luar biasa, melegakan sekali. Tubuh menjadi segar luar biasa, dan semangat kembali membara. Memasuki tiap kantor dalam mencari kerja. Itu tinggal cerita lama. Sekarang dia mampu membeli minuman seharga berapapun. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ketika semua mampu  di dapatkannya, apakah salah jika dia meminta lebih dari pada segelas  air putih. Meskipun dia tahu sebenarnya fungsi bagi ketubuhan adalah  sama saja. Baik air putih atau air berwarna. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Namun..(?). Dia tiba-tiba terjaga dari mimpinya. Kemana rahsa nikmat tersebut hilang. Nikmatnya segelas air putih. (?). Manakah yang lebih baik. Mampu membeli semua minuman namun kehilangan rahsa. Ataukah segelas air putih namun sangat terasa kenikmatannya..?. Dimanakah yang salah..?. .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;Sungguh istrinya benar-benar mengerti keadaannya. (?). Dia telah kehilangan kenikmatan segelas air putih. Dan sang istri mengingatkannya. Mengingatkan bahwa dia telah kehilangan amat banyak. KEHILANGAN CINTA TUHANNYA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 127); font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. &lt;b&gt;Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin&lt;/b&gt;.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;“Ampuni hambaMU, Ya Allah”. Ahmad jatuh tersungkur. Nikmatnya air putihpun dia sudah lupa. Pengambdian sang istri pun dia sudah sering abaikan. Egonya mengatakan bahwa dia telah berikan semua kekayaan kepada sang istri, sudah kewajiban istri. Duh..dia tak mampu menikmati kesetiaan dan pengambdian sang istri,dan juga nikmat segelas air putih. Sekarang bagaimana dapat dia perbandingkan dengan cinta Tuhan-NYA. Apa yang dapat di perbandingkan. (?). Maka Ahmad paham hilangnya kenikmatan segelas air putih adalah pertanda bahwa cinta Tuhan sudah tiada. Segelas air putih pun dia sudah tak mampu merasakan nikmat, bagaimana dia mampu merasakan betapa nikmat CINTA TUHAN , bilamanakah mampu dia rasakan.(?). Harta dan kekayaan dunia telah menghijabnya. Menjadi thogut selama ini.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  "Ya Allah berikanlah kenikmatan segelas air putih, agar kami mampu  merasakan betapa cinta MU melebihi nikmatnya segelas air putih,  sebagaimana doa nabi Daud, ajarkanlah ya Allah. ajarkan kami untuk mampu  menikmati kembali kenikmatan segelas air putih yang telah lama kami  lupakan, sungguh nikmat mana yang dapat kami dustakan".&lt;/span&gt; Ahmad bersujud dan menangis amat dalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-8763977479707735628?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/8763977479707735628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/10/segelas-air-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8763977479707735628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8763977479707735628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/10/segelas-air-putih.html' title='SEGELAS AIR PUTIH'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-7513559835377048021</id><published>2010-08-13T14:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T15:07:58.805-07:00</updated><title type='text'>Ibu Bermata Satu</title><content type='html'>Ketika anak laki-lakinya pergi sekolah SD, si ibu datang ke sekolah untuk melihat2 anaknya. Tapi apa yang terjadi, si anak laki-lakinya jadi malu karena diolok-olok oleh teman-teman, karena dia mempunyai ibu bermata satu. Sesampai di rumah, si ibu dimarahin oleh si anak. Sejak itu si ibu tidak dibolehkan ketemu orang-orang lain agar si anak tidak malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anaknya dewasa, si anak telah bekerja dan sukses, dan sudah berkeluarga serta mempunyai istri yang cantik dan anak2 yang lucu.... si ibu rindu ingin ketemu dengan anak dan cucunya. Sesampainya di depan pintu rumah anak laki-lakinya, dia diusir oleh anaknya sendiri, seraya berkata: untuk apa kamu datang kesini orang tua bermata satu, kamu telah menakutkan anak-anakku, kata si anak. Akhirnya, si ibu pulang dengan bersedih hati. Dia akhirnya hanya melihat cucu2nya di depan pagar, lalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama waktu berlalu, si ibu akhirnya sakit dan sepertinya tidak akan lama lagi umurnya. Dia memberi tahukan berita ini kepada anak laki-lakinya itu, bahwasanya dia sedang sakit parah. Tapi, si anak laki2 tetap tidak mau ketemu ibunya. Ajalnya pun menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu, si istri dari si anak laki2 bertanya ke suaminya: mengapa kamu tidak datang ke rumah ibumu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab: saya sedang sibuk. Tapi akhirnya, dia dibujuk oleh istrinya, agar pergi ke rumah ibunya tersebut sekali saja karena ibunya sudah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si anak laki2 pergilah ke rumah almarhum ibunya, dia masuk ke rumah yang telah lama dia tinggalkannya, dan ada secarik kertas yang ditinggalkan oleh ibunya berisi: "anakku, aku sangat bahagia melihatmu dari kecil, sampai dewasa dan menjadi sukses sekarang ini. ketahuilah nak, bahwasanya kamu kecil hanya mempunyai mata satu, aku telah merelakan mata yang satu lagi diberikan kepadamu, agar kamu bisa hidup bahagia nantinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak akhirnya, menanggis sejadi-jadinya: oh..ibu.............maafkan aku selama ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-7513559835377048021?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/7513559835377048021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/08/ibu-bermata-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7513559835377048021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7513559835377048021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/08/ibu-bermata-satu.html' title='Ibu Bermata Satu'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-4874568849109971705</id><published>2010-08-10T14:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:36:46.816-07:00</updated><title type='text'>Kisah-kisah Orang Sukses 3</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;7. BILL GATES &amp;amp; PAUL ALLEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan sebutan Bill Gates, lahir di Seatle, Washington pada tanggal 28 Oktober 1955. Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hiking”,bahkan hingga kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang “berpikir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama “LAKESIDE”. Pada saat itu , Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar nantinya menjadi programmer pertama micr*soft) sudah menghabiskan semua jam pelajaran komputer untuk satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside. Dimulai dengan meng”hack” komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar- benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan micr*soft, 7 tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer - komputer tersebut sangat dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan micr*soft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Kisah Bill Gates Meninggalkan Harvard Demi Mengejar Impian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston. Gates mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.&lt;br /&gt;Pada suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus mengatakan, Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadar bahwa revolusi itu bisa terjadi tanpa kami. Setelah kami membaca artikel itu, tak diragukan lagi imana kami akan memfokuskan hidup kami. Kedua sahabat itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Allen dan Gates tidak percuma. Berawal dari komputer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan sekarang bisa Anda lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat jaman informasi. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang sukses adalah orang yang memiliki mimpi dan keyakinan bahwa mimpi itu akan dapat terjadi berapapun harga yang harus ia bayar..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-4874568849109971705?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/4874568849109971705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/08/kisah-kisah-orang-sukses-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/4874568849109971705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/4874568849109971705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/08/kisah-kisah-orang-sukses-3.html' title='Kisah-kisah Orang Sukses 3'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-7531020068275832506</id><published>2010-07-24T10:57:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T10:58:39.816-07:00</updated><title type='text'>Kisah-kisah Orang Sukses 2</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4. OPRAH WINFREY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;TAHUKAH ANDA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;5. 7-UP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu kamu mengenal 7up. merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di penjuru dunia. dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik untuk kita pelajari tentang arti "pantang menyerah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awal mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. namun sayangnya, usaha ini gagal. kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya dengan 4up. malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan sebelumnnya. selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya menjadi 5up. gagal lagi. kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6up. produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! mungkin kita tidak tahu kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu akan tiba. justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal, buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up, atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan ga datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. tunjukan kualitas iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! tetap semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;6. MARK ZUCKERBERG (FACEBOOK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut, banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster, berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan' yang sangat laku. Tak heran, raksasa software micr*soft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, micr*soft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Mark Zuckerberg untuk sekadar‘menyatukan' komunitas kampusnya dalam sebuah jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;TIADA KETEKUNAN YANG TIDAK MEMBAWA HASIL...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-7531020068275832506?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/7531020068275832506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/07/kisah-kisah-orang-sukses-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7531020068275832506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7531020068275832506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/07/kisah-kisah-orang-sukses-2.html' title='Kisah-kisah Orang Sukses 2'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-1256441510441952612</id><published>2010-02-05T00:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T00:17:49.879-08:00</updated><title type='text'>Kisah-kisah Orang Sukses</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. NANCY MATTHEWS EDISON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, " Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah. "Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, " anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia. "Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya!ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;2. JOANNE KATHLEEN ROWLING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. Bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. Ia juga memiliki kegemaran tanpa malu-malu menunjukan karyanya kepada teman-teman dan orangtuanya. Kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti disera masalah. Keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual. Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. diantaranya, adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling. pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak dipasaran. semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. Tak ada kesuksesan yang dibayar dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3. STEVE JOBS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer.Co di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang" mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri.setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles.sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod. Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. Penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-1256441510441952612?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/1256441510441952612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/02/kisah-kisah-orang-sukses.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/1256441510441952612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/1256441510441952612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2010/02/kisah-kisah-orang-sukses.html' title='Kisah-kisah Orang Sukses'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-2695773053356039272</id><published>2009-09-16T15:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T15:09:03.838-07:00</updated><title type='text'>Nasibah : Pejuang Perempuan</title><content type='html'>Hari itu Nasibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nasibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergegas, Nasibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. “Suamiku tersayang,” Nasibah berkata, “aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nasibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, Nasibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, salam dari Rasulullah,” berkata si penunggang kuda, “Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibah  tertunduk sebentar, “Inna lillah…..” gumamnya, “Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nasibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, “Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi. Maukah engkau melihat ibumu bahagia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata amar bersinar-sinar. “Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra Nasibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. “Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nasibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, “Ada kabar apakah gerangan kiranya?” serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, “apakah anakku gugur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan itu menunduk sedih, “Betul….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inna lillah….” Nasibah bergumam kecil. Ia menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau berduka, ya Ummu Amar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibah menggeleng kecil. “Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, “Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibah terperanjat. Ia memandangi putranya. “Kau tidak takut, nak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nasibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, “Allahu akbar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nasibah. Mendengar berita kematian itu, Nasibah meremang bulu kuduknya. “Hai utusan,” ujarnya, “Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang utusan mengerutkan keningnya. “Tapi engkau perempuan, ya Ibu….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibah tersinggung, “Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nasibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. “Nasibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nasibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul kemarahan Nasibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nasibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nasibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas’ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas’ud mengenalinya, “Istri Said-kah engkau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beliau tidak kurang suatu apapun…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau Ibnu Mas’ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau masih luka parah, Nasibah….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa Ibnu Mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nasibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya . Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nasibah, wanita yang perkasa.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-2695773053356039272?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/2695773053356039272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/nasibah-pejuang-perempuan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2695773053356039272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2695773053356039272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/nasibah-pejuang-perempuan.html' title='Nasibah : Pejuang Perempuan'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-3924115915088147700</id><published>2009-09-13T19:55:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T19:56:10.767-07:00</updated><title type='text'>Bocah Misterius</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Hey kamu... mari sini!" sapa Luqman halus kepada seorang bocah yang dengan sengaja mengganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Siapa nama kamu...? Dari mana kamu asalnya ...?" tanya Luqman sambil memegang lengan bocah itu. Sebetulnya Luqman gemas, tapi ia tahan kegemasan itu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Meski ditanya dengan sopan, bocah itu malah balik mendelik ke arah Luqman dan tertawa menyeringai! Tawa bocah itu membuat Luqman melepaskan pegangannya seketika.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luqman merasa bocah ini bukanlah anak sembarangan. Sungguh pun penampilannya kayak bocah biasa. Kaos plus celana pendek. Agak lusuh, tapi bersih.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luqman melihat mata bocah itu. Mata itu bukanlah mata anak manusia pada umumnya. Ditambah lagi, sebelumnya Luqman tidak pernah melihat bocah itu di kampungnya. Luqman sudah bertanya ke sana kemari, adakah tetangga kampungnya atau orang di kampungnya yang mengenali siapa bocah itu dan siapa keluarganya. Semua orang yang ditanya Luqman menggelengkan kepala, tanda tidak tahu....&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bocah itu menjadi pembicaraan di Kampung. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja di atasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini, bagi orang kampung, menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan ke sana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plastik es tersebut. Pemandangan tersebut menjadi pemandangan biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Pemandangan tak mengenakkan ini justru terjadi di tengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luqman mendapat laporan dari orang-orang di kampungnya mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memeragakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi kemudian orang itu dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luqman memutuskan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap ba’da dzuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu hadir. Benar, ia menari-nari sambil menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas mengundang orang lain untuk menelan ludah tanda ingin meminum es itu juga. Luqman menegurnya. Cuma ya itu tadi. bukannya takut, bocah itu malahan mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar menelan Luqman. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"&lt;i&gt;Bismillah&lt;/i&gt;..." Luqman kembali mencengkram tangan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir kalau memang bocah itu adalah bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan, apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia akan mencari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman menyentakkan tangannya, menyeret halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan mata penuh tanya orang-orang yang melihatnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;" Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukannya ini adalah kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman seakan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Maaf ya... Itu karena kamu melakukannya di bulan puasa...," jawab Luqman dengan halus, "apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa... Lalu bukannya ikut menahan lapar dan haus, kamu malah menggoda orang dengan tingkahmu itu...."&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sebenarnya Luqman masih mau mengeluarkan unek-uneknya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap mata Luqman lebih tajam lagi...&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal itu ketimbang saya...? Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di luar bulan puasa?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja kalian menahan rasa lapar dan haus? Ketika beduk magrib bertalu, ketika azan magrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian...?"&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi Luqman kesempatan menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata demikian tegas dan terdengar sangat "menusuk", kini ia bersuara lirih, mengiba.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;"Ketahuilah Tuan.... Kami berpuasa tanpa ujung ... Kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan berpuasa sepanjang siang saja.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dan ketahuilah Tuan, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuanlah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian juga menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tuan... sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tuan... kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan Ramadhan ini. Apa yang saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tuan, sadarkah Tuan akan ketidakabadian harta? Lalu mengapakah masih saja mendekap harta secara berlebih?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tuan... sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat. Tahukah Tuan, akan adanya azab Tuhan yang menimpa...?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tuan... jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan... jangan merasa perut ' kan kenyang esok lantaran tersimpan pangan 'tuk setahun. Tuan... jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi, kelak..."&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Wuah... entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Perkataan demi perkataan meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Hal ini menambah keyakinan Luqman bahwa bocah ini bukan bocah sembarangan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Habis berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran di depan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, kembali ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa betullah adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bocah tadi juga memberi Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada di atas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sekarang yang ada di pikirannya, mau dipercaya atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki kebercahayaan hati.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kami terus berpuasa meski bukan saatnya berpuasa,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;lantaran ketiadaan makanan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;lantaran ketiadaan minuman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kami berpuasa tanpa ujung!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;kami lapar... sementara perut kalian kenyang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kami sakit, tanpa ada obat, apalagi biaya berobat...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sementara kalian menambah terus kesakitan kami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;dengan mempertontonkan kemewahan dunia di hadapan kami...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;di depan mata kami....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;yang sedang berpakaian kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kami menangis, kami merintih,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;adakah di antara kalian yang peduli ...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-3924115915088147700?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/3924115915088147700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/bocah-misterius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/3924115915088147700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/3924115915088147700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/bocah-misterius.html' title='Bocah Misterius'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-7074237511456633424</id><published>2009-09-12T15:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T15:36:19.488-07:00</updated><title type='text'>BUKTI TAWASUL NABI NUH KEPADA RASULULLAH</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Pada bulan Juli 1951 sebuah tim yang terdiri dari ahli-ahli Rusia melakukan penelitian terhadap Lembah Kaat. Sepertinya mereka tertarik untuk menemukan sebuah tambang baru di daerah tersebut. Dalam penelitiannya mereka menemukan beberapa potong kayu di daerah tersebut berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mereka kemudian mulai menggali tempat tersebut dengan tujuan untuk menemukan sesuatu yang berharga. Tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika menemukan kumpulan potongan-potongan kayu tertimbun di situ. Salah seorang ahli yang ikut serta memperkirakan, setelah meneliti beberapa lapisanya, bahwa kayu-kayu tersebut bukanlah kayu yang biasa, dan menyimpan rahasia yang sangat besar di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mereka mengekskavasi tempat tersebut dengan penuh keingintahuan. Mereka menemukan cukup banyak potongan-potongan kayu di daerah penggalian tersebut, dan di samping itu mereka juga menemukan hal-hal lain yang sangat menarik. Mereka juga menemukan sepotong kayu panjang yang berbentuk persegi. Mereka sangatlah terkejut setelah mendapati bahwa potongan kayu yang berukuran 14 X 10 inchi tersebut ternyata kondisinya jauh lebih baik dibandingkan potongan-potongan kayu yang lain. Setelah waktu penelitian yang memakan waktu yang cukup lama, hingga akhir tahun 1952, mereka mengambil kesimpulan bahwa potongan kayu tersebut merupakan potongan dari bahtera Nabi Nuh a.s. yang terdampar di puncak Gunung Calff (Judy). Dan potongan (pelat) kayu tersebut, di mana terdapat beberapa ukiran dari huruf kuno, merupakan bagian dari bahtera tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Setelah terbukti bahwa potongan kayu tersebut merupakan potongan kayu dari bahtera Nabi Nuh a.s., timbullah pertanyaan tentang kalimat apakah yang tertera di potongan kayu tersebut. Sebuah dewan yang terdiri dari kalangan pakar dibentuk oleh Pemerintah Rusia di bawah Departemen Riset mereka untuk mencaritahu makna dari tulisan tersebut. Dewan tersebut memulai kerjanya pada tanggal 27 Februari 1953.&lt;br /&gt;Berikut adalah nama-nama dari anggota dewan tersebut:&lt;br /&gt;1. Prof. Solomon, Universitas Moskow&lt;br /&gt;2. Prof. Ifa Han Kheeno, Lu Lu Han College , China&lt;br /&gt;3. Mr. Mishaou Lu Farug, Pakar fosil&lt;br /&gt;4. Mr. Taumol Goru, Pengajar Cafezud College&lt;br /&gt;5. Prof. De Pakan, Institut Lenin&lt;br /&gt;6. Mr. M. Ahmad Colad, Asosiasi Riset Zitcomen&lt;br /&gt;7. Mayor Cottor, Stalin College&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kemudian ketujuh orang pakar ini setelah menghabiskan waktu selama delapan bulan akhirnya dapat mengambil kesimpulan bahwa bahan kayu tersebut sama dengan bahan kayu yang digunakan untuk membangun bahtera Nabi Nuh a.s., dan bahwa Nabi Nuh a.s. telah meletakkan pelat kayu tersebut di kapalnya demi keselamatan dari bahtera tersebut dan untuk mendapatkan ridho Illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Terletak di tengah-tengah dari pelat tersebut adalah sebuah gambar yang berbentuk telapak tangan dimana juga terukir beberapa kata dari bahasa Saamaani.&lt;br /&gt;Mr. N.F. Max, Pakar Bahasa Kuno, dari Mancester, Inggris telah menerjemahkan kalimat yang tertera di pelat tersebut menjadi:&lt;br /&gt;"Ya Allah, penolongku! Jagalah tanganku dengan kebaikan dan bimbingan dari dzatMu Yang Suci, yaitu Muhammad, Ali, Fatima, Shabbar dan Shabbir. Karena mereka adalah yang teragung dan termulia. Dunia ini diciptakan untuk mereka maka tolonglah aku demi nama mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Semuanya sangatlah terkejut setelah mengetahui arti tulisan tersebut. Terutama yang membikin mereka sangatlah bingung adalah kenapa pelat kayu tersebut setelah lewat beberapa abad tetap dalam keadaan utuh dan tidak rusak sedikitpun.&lt;br /&gt;Pelat kayu tersebut saat ini masih disimpan dengan rapih di Pusat Penelitian Fosil Moskow di Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 36pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Jika anda sekalian mempunyai waktu untuk mengunjungi Moskow, maka mampirlah di tempat tersebut, karena pelat kayu tersebut akan menguatkan keyakinan anda terhadap kedudukan Ahlul Bayt a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Terjemahan kalimat tersebut telah dipublikasikan antara lain di:&lt;br /&gt;1. Weekly - Mirror, Inggris 28Desember 1953&lt;br /&gt;2. Star of Britain , London , Manchester 23 Januari 1954&lt;br /&gt;3. Manchester Sunlight, 23Januari 1954&lt;br /&gt;4. London Weekly Mirror, 1Februari 1954&lt;br /&gt;5. Bathraf Najaf , Iraq 2 Februari 1954&lt;br /&gt;6. Al-Huda, Kairo 31 Maret 1954&lt;br /&gt;7. Ellia - Light, Knowledge &amp;amp; Truth, Lahore 10 Juli 1969&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-7074237511456633424?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/7074237511456633424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/bukti-tawasul-nabi-nuh-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7074237511456633424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/7074237511456633424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/bukti-tawasul-nabi-nuh-kepada.html' title='BUKTI TAWASUL NABI NUH KEPADA RASULULLAH'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-1971726777343530695</id><published>2009-09-09T00:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-09T00:53:02.694-07:00</updated><title type='text'>Siapa Sebenarnya Wong Fei Hung???...</title><content type='html'>Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) Adalah Muslim (Ulama)&lt;br /&gt;Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-1971726777343530695?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/1971726777343530695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/siapa-sebenarnya-wong-fei-hung.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/1971726777343530695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/1971726777343530695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/09/siapa-sebenarnya-wong-fei-hung.html' title='Siapa Sebenarnya Wong Fei Hung???...'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-2714629069360836895</id><published>2009-08-29T22:30:00.001-07:00</published><updated>2009-08-29T22:30:46.555-07:00</updated><title type='text'>BUKU HARIAN SANG PRAMUGARI YANG MENGHARUKAN</title><content type='html'>Seorang ayah tua yang datang dari desa, membopong sekantung ketela merah kering menempuh jarak jauh pergi menjenguk anaknya yang sedang kuliah di Beijing, tindak tanduknya selama di pesawat telah membuat seorang pramugari yang baik hati menjadi terenyuh. Pramugari tersebut menuliskan rasa harunya itu ke dalam buku harian dan disebar luaskan di internet, “Buku Harian Sang Pramugari” ini dengan cepat telah membuat puluhan ribu Netter terharu…&lt;br /&gt;Saya adalah seorang pramugari biasa dari Eastern Airlines, karena masa kerja saya belum lama, jadi belum menjumpai masalah besar yang tidak bisa dilupakan, setiap hari terlewati dengan hal-hal kecil yaitu menuangkan air dan menyuguhkan teh. Tidak ada kegairahan dalam bekerja, sangatlah hambar.&lt;br /&gt;Tapi hari ini, tanggal 7 Juni, saya telah menjumpai suatu kejadian yang merubah pemikiran saya terhadap pekerjaan dan pandangan hidup.&lt;br /&gt;Hari ini kami melakukan penerbangan dari Shanghai ke Beijing, penumpang saat itu sangat banyak, satu unit pesawat terisi penuh.&lt;br /&gt;Di antara rombongan orang yang naik pesawat ada seorang paman tua dari desa yang tidak menarik perhatian, dia membopong satu karung goni besar di punggungnya, dengan membawa aroma tanah yang khas dari pedesaan.&lt;br /&gt;Saat itu saya sedang berada di depan pintu pesawat untuk menyambut para tamu, pikiran pertama yang menghampiri saya saat itu adalah masyarakat sekarang ini sudah sangat makmur, bahkan seorang paman tua dari desa pun memiliki uang untuk naik pesawat, sungguh royal.&lt;br /&gt;Ketika pesawat sudah mulai terbang datar, kami mulai menuangkan air, hingga tiba di baris kursi ke 20-an, terlihat paman tua tersebut, dia duduk dengan sangat hati-hati, tegak tidak bergerak sama sekali, karung goninya juga tidak diletakkan di tempat bagasi bawaan, tingkah si paman tua itu menggendong karung goni besar sekilas seperti rak penyangga bola dunia (globe), tegak seperti patung.&lt;br /&gt;Saat ditanya mau minum apa, dengan gugup dia menggoyang-goyangkan tangannya dan berkata tidak mau. Saat hendak dibantu untuk menyimpan karungnya di tempat bagasi dia juga menolak. Terpaksa kami biarkan dia menggendong karung tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian tiba waktunya untuk membagikan makanan, kami mendapatkan bahwa dia masih duduk dengan tegak dan tidak bergerak sama sekali, kelihatannya sangat gelisah, saat diberi nasi, dia tetap saja menggoyangkan tangannya menolak tanda tidak mau.&lt;br /&gt;Karenanya kepala pramugari datang menghampirinya dengan ramah menanyakan apakah dia sedang sakit. Dengan suara lirih dia berkata ingin ke toilet tapi dia tidak tahu apakah boleh berkeliaran di dalam pesawat, dia takut merusak barang-barang yang ada di dalam pesawat.&lt;br /&gt;Kami memberitahu dia tidak ada masalah dan menyuruh seorang pramugara mengantarkannya ke toilet. Saat menambahkan air untuk kedua kalinya, kami mendapati dirinya sedang mengamati penumpang lain minum air sambil terus menerus menjilat-jilat bibirnya sendiri, karenanya kami lantas menuangkan secangkir teh hangat dan kami letakkan di atas mejanya tanpa bertanya kepadanya.&lt;br /&gt;Siapa sangka tindakan kami ini membuat ia sangat ketakutan dan berkali-kali ia mengatakan tidak perlu, kami pun berkata kepadanya minumlah jika sudah haus. Mendengar demikian dia melakukan tindakan yang jauh lebih mengejutkan lagi, buru-buru dia mengambil segenggam uang dari balik bajunya, semuanya berupa uang koin satu sen-an, dan disodorkan kepada kami.&lt;br /&gt;Kami mengatakan kepadanya bahwa minuman ini gratis, dia tidak percaya. Dia sepanjang perjalanan beberapa kali ia masuk ke rumah orang untuk meminta air minum tetapi tidak pernah diberi, bahkan selalu diusir dengan penuh kebencian.&lt;br /&gt;Akhirnya kami baru mengetahui ternyata demi menghemat uang, sepanjang perjalanannya ia sebisa mungkin tidak naik kendaraan dan memaksakan diri berjalan kaki hingga mencapai kota terdekat dengan bandara, barulah dia naik taksi ke bandara, bekal uangnya tidak banyak, maka dia hanya bisa meminta air minum dari depot ke depot sepanjang perjalanan yang dilewatinya. Sayang sekali dia sering sekali diusir pergi, orang-orangmenganggapnya pengemis.&lt;br /&gt;Kami menasihatinya selama beberapa waktu lamanya hingga akhirnya dia mau mempercayai kami, duduk, lalu perlahan-lahan meminum tehnya. Kami menanyakan apakah dia lapar, maukah memakan nasi, dia masih tetap saja mengatakan tidak mau.&lt;br /&gt;Dia bercerita bahwa ia memiliki 2 orang putra, keduanya bisa diandalkan dan sangat berguna, keduanya diterima di perguruan tinggi, yang bungsu sekarang kuliah di semester 6,&lt;br /&gt;sedangkan si sulung telah bekerja.&lt;br /&gt;Kali ini dia ke Beijing menjenguk anak bungsunya yang sedang kuliah. Karena anak sulung sudah bekerja bermaksud menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersamanya di kota, akan tetapi kedua orang tuanya tidak terbiasa, mereka hanya menetap beberapa waktu lamanya lalu kembali lagi ke desa.&lt;br /&gt;Kali ini karena anak sulungnya tidak ingin sang ayah susah payah naik angkutan, maka dibelikanlah tiket pesawat khusus bagi ayahnya dan bermaksud menemani ayahnya untuk berangkat bersama dengan pesawat karena sang ayah tidak pernah menumpang pesawat sebelumnya, ia sangat khawatir ayahnya tidak mengenali jalan. Akan tetapi ayahnya mati-matian tidak mau naik pesawat karena beranggapan bahwa hal tersebut adalah suatu pemborosan.&lt;br /&gt;Akhirnya setelah bisa dinasihati sang ayah tetap bersikukuh untuk berangkat sendirian, tidak mau anaknya memboroskan uang untuk membeli selembar tiket lagi.&lt;br /&gt;Dia membopong sekarung ketela merah kering yang diberikan pada anak bungsunya. Ketika pemeriksaan sebelum naik ke pesawat, petugas mengatakan bahwa karungnya itu terlalu besar, dan memintanya agar karung itu dimasukkan ke bagasi, namun dia mati-matian menolak, dia bilang takut ketelanya hancur, jika hancur anak bungsunya tidak mau makan lagi. Kami memberitahu dia bahwa barang bawaannya aman jika disimpan disitu, dia berdiri dengan waspada dalam waktu lama, kemudian baru diletakkannya dengan hati-hati.&lt;br /&gt;Selama dalam perjalanan di pesawat kami sangat rajin menuangkan air minum untuknya, dan dia selalu dengan sopan mengucapkan terima kasih. Tapi dia masih bersikukuh tidak mau makan. Walaupun kami tahu perut si paman tua sudah sangat lapar. Sampai menjelang pesawat akan mendarat, dia dengan sangat berhati-hati menanyakan kepada kami apakah kami bisa memberikan sebuah kantongan kepadanya, yang akan digunakan untuk membungkus nasi jatahnya tersebut untuk dia bawa pergi.&lt;br /&gt;Dia bilang selama ini dia tidak pernah mendapatkan makanan yang begitu enak, dan dia akan bawakan makanan itu untuk diberikan kepada anak bungsunya. Kami semua sangat terkejut.&lt;br /&gt;Bagi kami nasi yang kami lihat setiap hari ini, ternyata begitu berharganya bagi seorang kakek tua yang datang dari desa ini.&lt;br /&gt;Dia sendiri enggan untuk makan, dia menahan lapar, demi untuk disisakan bagi anaknya. Oleh karena itu, seluruh makanan yang sisa yang tidak terbagikan kami bungkus semuanya untuk diberikan kepadanya agar dibawa. Lagi-lagi dia menolak dengan penuh kepanikan, dia bilang dia hanya mau mengambil jatahnya saja, dia tidak mau mengambil keuntungan dari orang lain. &lt;br /&gt;Kami kembali dibuat terharu oleh paman tua ini.&lt;br /&gt;Meskipun bukan suatu hal yang besar, akan tetapi bagi saya ini adalah suatu pelajaran yang sangat mendalam.&lt;br /&gt;Tadinya saya berpikir bahwa kejadian ini sudah selesai sampai disini saja, siapa tahu setelah para tamu lainnya sudah turun dari pesawat, tinggallah paman tua itu seorang diri, kami membantunya membawakan karung goninya sampai ke pintu keluar, saat kami&lt;br /&gt;akan membantunya menaikkan karung goni tersebut ke punggungnya, mendadak paman tua itu melakukan suatu tindakan yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup: dia berlutut di atas tanah, lalu dengan air mata berlinang dia bersujud kepada kami dan mengatakan, “Kalian semua sungguh adalah orang-orang yang baik, kami orang desa sehari hanya bisa makan nasi satu kali, selama ini kami belum pernah minum air yang begitu manis, tidak pernah melihat nasi yang begitu bagus, hari ini kalian bukan saja tidak membenci dan menjauhi saya, malah dengan ramah melayani saya, sungguh saya tidak tahu bagaimana harus berterima kasih kepada kalian, saya hanya bisa berharap kalian orang-orang yang baik suatu hari nanti akan mendapatkan balasan yang baik”.&lt;br /&gt;Sambil tetap berlutut, sambil berkata seperti itu, sambil menangis, kami semua buru-buru memapahnya untuk berdiri, sambil tiada hentinya menasihatinya dan menyerahkannya kepada seorang penjaga yang bertugas untuk membantunya, setelah itu kami baru kembali ke pesawat untuk melanjutkan pekerjaan kami.&lt;br /&gt;Terus terang saja, selama 5 tahun saya bekerja, di dalam pesawat saya telah menemui berbagai macam penumpang, ada yang tidak beradab, ada yang main pukul, juga ada yang berbuat onar tanpa alas an, tapi kami tidak pernah menjumpai orang yang berlutut kepada kami, terus terang kami juga tidak melakukan hal yang khusus kepadanya, hanya menuangkan air agak sering untuk beliau, hal ini telah membuat seseorang yang telah berumur 70 tahun lebih berlutut untuk berterima kasih kepada kami, lagi pula melihat dia memanggul satu karung ketela merah kering, dia sendiri rela tidak makan dan menahan lapar demi membawakan anaknya nasi yang dibagikan di pesawat, juga tidak mau menerima nasi jatah milik orang lain yang bukan menjadi miliknya, tidak serakah, saya sungguh merasakan penyesalan yang amat mendalam, lain kali saya harus bisa belajar berterima kasih, belajar membalas budi orang lain.&lt;br /&gt;Adalah paman tua ini yang telah mengajarkan kepada saya, bagaimana saya harus hidup dengan penuh kebajikan dan kejujuran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-2714629069360836895?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/2714629069360836895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/08/buku-harian-sang-pramugari-yang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2714629069360836895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2714629069360836895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/08/buku-harian-sang-pramugari-yang.html' title='BUKU HARIAN SANG PRAMUGARI YANG MENGHARUKAN'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-8830332974852778883</id><published>2009-08-17T03:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T03:32:12.028-07:00</updated><title type='text'>Diatas Rel Lurus Tak Berujung</title><content type='html'>Ihdinash shiraatal mustaqiim ...&lt;br /&gt;Bertahun kuberdo'a tentang jalan yang lurus.&lt;br /&gt;Namun kutemukan jalan berbelok dan bercabang.&lt;br /&gt;Bertahun kucoba meraba ujung jalan yang lurus.&lt;br /&gt;Namun kutemukan hanya ujung yang rapuh.&lt;br /&gt;Bertahun kucoba membuka lembaran kitab tentang jalan yang lurus.&lt;br /&gt;Namun kutemukan sejuta perintah dan larangan.&lt;br /&gt;Bertahun kucoba mencari jalan orang yang dianugerahi nikmat.&lt;br /&gt;Namun kutemukan jalan orang yang dimurkai dan disesatkan.&lt;br /&gt;Bertahun kucoba menyibak pintu jalan yang lurus.&lt;br /&gt;Namun kuterperosok ke pintu dorongan keinginan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihdinash shirataal mustaqiim ...&lt;br /&gt;Bertahun ku gelisah bertanya ...&lt;br /&gt;Tentang jalan orang-orang yang dianugerahi nikmat Allah.&lt;br /&gt;Namun disitu katanya hanya ada Nabi, Rasul dan Waliullah.&lt;br /&gt;Sedang aku hanya seorang yang jahil.&lt;br /&gt;Sedang aku hanyalah seorang yang bodoh.&lt;br /&gt;Sedang aku hanya seorang yang terlalu biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ...&lt;br /&gt;Akupun duduk dalam gelisah.&lt;br /&gt;Aku berdiri dalam gelisah.&lt;br /&gt;Aku berjalan dalam gelisah.&lt;br /&gt;Aku berbaring dalam gelisah.&lt;br /&gt;Aku tidur dalam gelisah.&lt;br /&gt;Bahkan aku bermimpi dalam gelisah.&lt;br /&gt;Duhai ..., macam apakah gerangan jalan penuh anugerah nikmat itu ...?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiraatal ladzina an'amta'alaihiim. ..&lt;br /&gt;Akhirnya Allahku berkenan membentangkan jalan lurus itu di depanku.&lt;br /&gt;Jalan lurus itu adalah Shirataal mustaqiim.&lt;br /&gt;Rel Lurus Tak Berujung ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejanak kutarok ruhku diatas rel itu.&lt;br /&gt;Lalu kuajak ruhku meluncur diatas rel itu.&lt;br /&gt;Kutarik ruhku secara perlahan.&lt;br /&gt;Bak sehelai rambut ditarik dari butiran tepung.&lt;br /&gt;Namun butiran tepung itu tetap diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuamati gerak ruhku lepas.&lt;br /&gt;Halus dan lembut.&lt;br /&gt;Namun tubuhku tetap diam.&lt;br /&gt;Tubuhku tak bergoncang seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku mendongak keangkasa lepas.&lt;br /&gt;Kuamati gerak ruhku.&lt;br /&gt;Ooo ..., ruhku bergerak diatas rel lurus tak berujung.&lt;br /&gt;Ruhku tidak lagi kekiri dan kenanan&lt;br /&gt;Ruhku tidak lagi berputar-putar tanpa arah.&lt;br /&gt;Ruhku seperti menemukan jalannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ruhku seperti dituntun.&lt;br /&gt;Ya ..., ada yang menuntun ruhku.&lt;br /&gt;Ruhku ditarik dengan lembut.&lt;br /&gt;Ruhku meluncur diatas rel tak berujung.&lt;br /&gt;Menuju kemahatinggian&lt;br /&gt;Menuju kemahabesaran.&lt;br /&gt;Menuju keheningan.&lt;br /&gt;Menuju keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba menghentikan luncuran ruhku.&lt;br /&gt;Ruhku berhenti, namun tetap diatas rel.&lt;br /&gt;Kutengok kekiri, relnya ikut bergeser kekiri.&lt;br /&gt;Kutengok kekanan, relnya juga ikut bergeser kekanan.&lt;br /&gt;Sedang ruhku tetap tak mau keluar sedikitpun dari rel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutundukkan wajahku ...&lt;br /&gt;Ruhkupun kembali meluncur diatas rel tak berujung.&lt;br /&gt;Ruhku tetap dituntun&lt;br /&gt;Menuju kedalam tak batas.&lt;br /&gt;Menuju kerendahan tak terukur.&lt;br /&gt;Menuju keheningan.&lt;br /&gt;Menuju keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya yang ada adalah kedekatan.&lt;br /&gt;Kedekatan yang dalam tanpa batas.&lt;br /&gt;Kedekatan yang dalam tanpa ujung.&lt;br /&gt;Kedekatan yang dalam tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ...&lt;br /&gt;Aku melihat kebenaran, melampau apa yang dapat mereka lihat.&lt;br /&gt;Aku mendengar kebenaran, melampaui apa yang dapat mereka dengar.&lt;br /&gt;Aku merasakan kebenaran, melampaui apa yang dapat mereka rasakan.&lt;br /&gt;Dia ..., Dia ..., Dia ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun kemudian diam.&lt;br /&gt;Tak mau mengganggu aktifitas-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari&lt;br /&gt;yahoo-groups &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/dzikrullah/message/2596"&gt;dzikrullah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-8830332974852778883?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/8830332974852778883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/08/diatas-rel-lurus-tak-berujung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8830332974852778883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8830332974852778883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/08/diatas-rel-lurus-tak-berujung.html' title='Diatas Rel Lurus Tak Berujung'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-6022850273882939137</id><published>2009-06-30T15:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T15:10:09.849-07:00</updated><title type='text'>MEMBERI UNTUK MENERIMA</title><content type='html'>Hari telah larut ketika Ali pulang ke rumah. Tapi dia tidak sendiri. Ia bersama dengan seekor kuda yang ia temukan di jalan. Sesampainya di rumah, ia memohon ayahnya agar mengijinkannya merawat dan memiliki kuda tersebut. Ayahnya memperbolehkannya merawat kuda itu semalam saja karena menurutnya si pemilik khawatir dan mencari-cari kudanya yang hilang. “Besok  pagi”, ayahnya berkata, “Ayah akan katakan apa yang harus kau lakukan.” Ali terjaga semalaman di dekat kuda itu. Tak lama ia tertidur, dan matahari pun terbit. Suara ringkikan kuda membangunkannya. Ayahnya dating dan berkata, “Kau harus mengembalikan kuda itu ke pemiliknya.” Ali menyela, “Tapi ayah, aku tak tahu dimana ia tinggal. Aku tak tahu kemana aku harus mengembalikannya.” Tersenyum, setelah menatapnya sebentar, ayah Ali berkata, “Ali, berjalanlah di sisi kuda itu, biarkan dia tunjukkan jalan untukmu.”&lt;br /&gt;Ketika Ali berpakaian, ia masih tak yakin dengan apa yang dikatakan ayahnya. Tetapi ia tetap mengikuti  nasihat ayahnya dan berjalan di sisi hewan tersebut. Anak laki-laki itu keheranan melihat kuda itu belok ke kiri, kemudian ke kanan. Dengan mantap, Ali mengikutinya. Tak lama kemudian, Ali dengan wajah berseri-seri dan kuda itu sampai di sebuah desa. Ketika penduduk desa melihat kuda tersebut, mereka berlari ke arahnya. Mereka sangat berterima kasih karena Ali mengembalikan kuda mereka. Bahkan mereka memberi hadiah. Sesampainya di rumah, ayahnya bertanya apakah Ali telah mengembalikan kuda tersebut. Anak itu mengangguk seraya berkata, “Aku melakukan perintah ayah. Kuda itu menemukan sendiri jalan pulang.” Lalu ia melanjutkan, ”Ada lagi yang ingin aku katakana, ayah. Kemarin, ketika aku menemukan kuda itu, aku sangat senang. Aku bahkan berharap ayah mengijinkan aku memeliharanya. Tetapi, sekarang aku merasa lebih bahagia karena aku bias menolong orang-orang desa menemukan kembali kuda mereka. Ayah, engkau pasti memintaku mengembalikan kuda tersebut karena satu alasan.” Sambil tersenyum, ayahnya berkata, “Ali, selalu ada kebahagian ketika menolong dan member. Ketika kau menolong penduduk desa menemukan kuda mereka, kau merasa senang, dan itulah pelajaranku yang pertama untukmu. Pelajaran kedua adalah dengan berjalan beriringan di sisi kuda, kuda itu bisa menemukan jalannya sendiri untuk pulang tanpa pengaruh apapu darimu. Anakku, engkau harus menerima orang lain apa adanya. Jangan pernah mencoba mengubah mereka, lebih baik ubahlah dirimu sendiri.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-6022850273882939137?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/6022850273882939137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/06/memberi-untuk-menerima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/6022850273882939137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/6022850273882939137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/06/memberi-untuk-menerima.html' title='MEMBERI UNTUK MENERIMA'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-4815077229205602429</id><published>2009-06-09T14:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T14:24:11.076-07:00</updated><title type='text'>IT’S ALWAYS BETWEEN YOU AND GOD</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;By Mother Theresa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People are often unreasonable, illogical, and self-centered; Forgive them anyway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;&lt;br /&gt;Be kind anyway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are successful, you will win some false friends and some true friends;&lt;br /&gt;Succeed anyway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are honest and frank, people may chest you;&lt;br /&gt;Be honest and frank any way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What you spend years building, someone could destroy overnight;&lt;br /&gt;Build anyway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you find serenity and happiness, they may be jealous;&lt;br /&gt;Be happy anyway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give the world your best anyway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You see, in the final analysis,&lt;br /&gt;It’s always between you and god;&lt;br /&gt;It was never between you and them anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;o&lt;/span&gt;O&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CJOKOSU%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CJOKOSU%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CJOKOSU%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Cheri Liney"; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Blackadder ITC"; 	panose-1:4 2 5 5 5 16 7 2 13 2; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:decorative; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing 	{mso-style-priority:1; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cheri Liney&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;SELALU ANTARA ENGKAU DAN TUHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Oleh Bunda Theresa&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, maafkanlah mereka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, tetaplah berbuat baik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bila engkau jujur dan terus terang, orang mungkin akan menipumu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bila engkau sukses, engkau akan mendapat teman-teman palsu dan teman-teman sejati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, tetaplah meraih sukses&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, tetaplah membangun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagian , mungkin orang akan iri hati dan dengki&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, tetaplah membangun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketahuilah, pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sesunguhnya ini semua adalah antara engkau dan Tuhan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tidak pernah antara engkau dan mereka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-4815077229205602429?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/4815077229205602429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/06/its-always-between-you-and-god.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/4815077229205602429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/4815077229205602429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/06/its-always-between-you-and-god.html' title='IT’S ALWAYS BETWEEN YOU AND GOD'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-5085310386883263645</id><published>2009-05-21T16:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T17:00:17.978-07:00</updated><title type='text'>MAHALNYA SEBUAH KESADARAN</title><content type='html'>Sepasang suami istri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh oleh pembantu di rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah ia bersama ayun-ayunan yang dibelikan ayahnya, Ataupun memetik bunga atau yang lainya di halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia melihat sebatang paku yang sudah berkarat. Dan ia pun mencoret lantainya tempat mobil ayahnya diparkir, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan itu tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya…. Karena mobil itu berwarna  gelap, maka coretannya tampak jelas. Dan diteruskannya coretan-coretan tersebut sesuai dengan kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, ayah dan ibunya bermotor ke temapat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan penuh coretan maka ia berpindah ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikuti imajinasinya. Kejadian tersebut berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang petang, terkejutkan pasangan suamu istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus berteriak, “Kerjaan siapa ini!!!!....”. Pembantu yang tersentak dengan teriakan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan “Saya tidak tahu tuan…”. “Kamu di rumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?” hardik si istri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar kamarnya. Dengan penuh manja ia berkata “Dita yang membuat gambar itu yahhh…, cantik … kan!!!” katanya sambil memeluk ayahnya manja seperti biasanya. Si ayah yang sudah hilang kesabarannya, mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahanya, terus dipukulnya berkali-kali pada telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangannya, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan si ibu diam saja. Seolah merestui dan merasakan puas dengan hukuman yang dikenakan pada anaknya. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa. Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian berganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil itu, luka-luka dan berdarah. Pembentu rumah memandikan anak itu. Sambil menyiramnya dengan air, ia ikut menangis. Anak itu menjerit-jerit menahan pedih saat lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah itu menidurkan anak itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantunya. Si ayah konon mau menberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, bu ….” Jawab si pembantu rumah. “Kasih minum panadol aja”, jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur, dia menjenguk kamar pembantunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dilihat, Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari ke empat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu bandan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 17.00 sudah siap”, kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang lemah dibawa ke linik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari dirawat inap, dokter memanggil bapak dan ibu si anak itu. “Tidak ada pilihan, “ kata dokter, “kedua tangan Dita harus diamputasi karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut” lanjut dokter tersebut. “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter. Si bapak dan si ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata tersebut. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu meraung memeluk si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata si istri, si bapak bergetar tangannya menndatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua lengannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantunya. Dia mengerutkan dahinya melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah… ibu…. Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi…. Dita sayang ayah… Dita sayang ibu..,” katanya berulang kali membuat si ibu bertambah sedih. “Dita juga sayang mbok Narti…” katanya sambil memandang wajah pembantu rumahnya itu, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah… kembalikan tangan Dita. Untuk apa di ambil… Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita makan nanti?... bagaimana Dita mau bermain nanti?.... Dita janji tidak akan mencorat-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati, namun takdir yang sudh terjadi tiada manusia dapat merubahnya. Nasi sudah menjadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan batin sampai suatu saat sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalan yang tak bertepi…, namun…, si anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN SAMPAI KESADARAN DATANG TERLAMBAT&lt;br /&gt;KARNA, PENYESALAH KAN DI DAPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA MENJADI RENUNGAN SEPANJANG MASA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-5085310386883263645?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/5085310386883263645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/mahalnya-sebuah-kesadaran.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5085310386883263645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5085310386883263645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/mahalnya-sebuah-kesadaran.html' title='MAHALNYA SEBUAH KESADARAN'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-1804612081788423718</id><published>2009-05-13T04:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T05:05:17.855-07:00</updated><title type='text'>Presiden Yang Miskin Harta, Tapi Kaya Iman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SgqpqYCwSnI/AAAAAAAAAEo/0c4zGINc1gk/s1600-h/1.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SgqpqYCwSnI/AAAAAAAAAEo/0c4zGINc1gk/s320/1.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335263254047378034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet    Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0rnqzVVI/AAAAAAAAAEw/7tkPgEgQgP0/s1600-h/2.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0rnqzVVI/AAAAAAAAAEw/7tkPgEgQgP0/s320/2.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335275370049656146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0rmBvg6I/AAAAAAAAAE4/Hmqmr0jUTus/s1600-h/3.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 244px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0rmBvg6I/AAAAAAAAAE4/Hmqmr0jUTus/s320/3.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335275369609003938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0r8KV38I/AAAAAAAAAFA/pQfdyuxJGWU/s1600-h/4.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0r8KV38I/AAAAAAAAAFA/pQfdyuxJGWU/s320/4.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335275375550652354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yang diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk Amerika.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0r_DgOfI/AAAAAAAAAFI/FpjYRFNtBz0/s1600-h/5.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0r_DgOfI/AAAAAAAAAFI/FpjYRFNtBz0/s320/5.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335275376327277042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0rx_s4qI/AAAAAAAAAFQ/F0r_rAXq4kU/s1600-h/6.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq0rx_s4qI/AAAAAAAAAFQ/F0r_rAXq4kU/s320/6.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335275372821668514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bahkan ketika suara adzan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2IhFyu5I/AAAAAAAAAFY/X7lvT7KUjRw/s1600-h/7.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2IhFyu5I/AAAAAAAAAFY/X7lvT7KUjRw/s320/7.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335276966011648914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lihat aja makanannya cuman ada Pisang, Jeruk, Apel&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2I_dHggI/AAAAAAAAAFg/cRtvJx2sHV8/s1600-h/8.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2I_dHggI/AAAAAAAAAFg/cRtvJx2sHV8/s320/8.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335276974162543106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2I73xPOI/AAAAAAAAAFo/AwXBw8x2I30/s1600-h/9.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2I73xPOI/AAAAAAAAAFo/AwXBw8x2I30/s320/9.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335276973200588002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2JAYa29I/AAAAAAAAAFw/ZgLcT73ttvU/s1600-h/10.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2JAYa29I/AAAAAAAAAFw/ZgLcT73ttvU/s320/10.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335276974411275218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2JLnkdVI/AAAAAAAAAF4/Sw9DvLFC890/s1600-h/11.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq2JLnkdVI/AAAAAAAAAF4/Sw9DvLFC890/s320/11.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335276977427608914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq20KyXH-I/AAAAAAAAAGA/67XWXRYXT7o/s1600-h/12.htm"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/Sgq20KyXH-I/AAAAAAAAAGA/67XWXRYXT7o/s320/12.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335277715938811874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Akankah kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau, mudah-mudahan Presiden RI 2009-2014 mempunyai sifat seperti beliau ...... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-1804612081788423718?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/1804612081788423718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/presiden-yang-miskin-harta-tapi-kaya.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/1804612081788423718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/1804612081788423718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/presiden-yang-miskin-harta-tapi-kaya.html' title='Presiden Yang Miskin Harta, Tapi Kaya Iman'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SgqpqYCwSnI/AAAAAAAAAEo/0c4zGINc1gk/s72-c/1.htm' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-2815837936588260031</id><published>2009-05-09T20:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T14:49:39.176-07:00</updated><title type='text'>KISAH WALI ALLAH YANG SHOLAT DI ATAS AIR</title><content type='html'>Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terumbang-ambing dan hampir tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha mereka sia-sia sahaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terumbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan sholat di atas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!" Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi,  "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, "Apa hal?" Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, "Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali itu berkata, "Dekatkan dirimu kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penumpang itu berkata, "Apa yang mesti kami buat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, "Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berkata, "Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata lagi, "Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan meng hampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengandungi muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, "Siapakah kamu wahai wali Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Allah itu berkata, "Saya ialah Awais Al-Qarni."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata lagi, "Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaliAllah berkata, "Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peniaga itu berkata, "Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan sholat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah S.W&gt;T agar kapal itu ditimbulkan semula bersama-sama hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang. Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membahagi-bahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang punyang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-2815837936588260031?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/2815837936588260031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/kisah-wali-allah-yang-solat-di-atas-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2815837936588260031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2815837936588260031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/kisah-wali-allah-yang-solat-di-atas-air.html' title='KISAH WALI ALLAH YANG SHOLAT DI ATAS AIR'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-5489725299770297653</id><published>2009-05-02T00:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T01:01:11.061-07:00</updated><title type='text'>Tuhan Pun Bingung</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:black;"    lang="IN"&gt;Syahdan di suatu hari Tuhan berkata pada malaikat,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(72, 36, 0); letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"   lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;“Hai malaikat, tidakkah kau tahu bahwa hambaKu setiap hari selalu mencariku tetapi bukan untuk mengenalKu melainkan karena Aku dipaksa-paksa dan diatur-atur mereka untuk memenuhi hajat hidupnya. Di dalam hati mereka selalu bunyi : semoga ini semoga itu, sesuai dengan selera mereka. Bahkan ada yang menggedor-gedor pintuKu memaksaKu untuk mengabulkan doanya, yang lebih parah ada yang menggugat kemahaanKu karena keinginan mereka tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;“Terus bagaimana ya Tuhan ?”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;“Aku ingin bersembunyi malaikatKu, tapi aku bingung akan kemana bersembunyi di mana ?”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;“Bersembunyi saja di gunung yang tertinggi, pasti hambaMu tidak akan bisa menemukanMu.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;“Itu dulu malaikat, sekarang teknologi mereka sudah bisa mencapai puncak gunung yang paling tinggi sekalipun.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;“Kalau begitu Engku bersembunyi saja di dasar laut yang terdalam, pasti hambaMu tidak akan bisa menemukanMu.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;“Itu juga dulu malaikat, sekarang teknologi mereka sudah bisa mencapai dasar laut yang paling dalam sekalipun.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;“Kalau masih ketahuan, bersembunyi sajalah di Bulan jangan di Bumi, pasti di tempat yang ini hambaMu tidak akan bisa menemukanMu.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;“Itu juga dulu malaikat, sekarang teknologi mereka sudah bisa mencapai Bulan.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;“Saya yakin di tempat yang satu ini mereka tidak bisa menemukanmu.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;“Di mana itu malaikatKu ?”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"    lang="IN"&gt;“Ya... di hati hambaMu sendiri Tuhanku.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"    lang="IN"&gt;“Aha.. kurasa engkau benar MalaikatKu, Aku akan bersembunyi di dalam hati hambaKu, niscaya akan jarang sekali yang bisa menemukanKu. Karena biasanya mereka mencariKu di luar diri mereka.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:blue;"   &gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:black;"    lang="IN"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;color:black;"    lang="IN"&gt;Itulah sepenggal kisah berhikmah yang dituturkan oleh salah satu jamaah masjid dekat rumah, ketika bertugas memberikan kultum di hari terakhir Ramadhan kemarin. Silakan dicari sendiri hikmahnya, silahkan dilihat sendiri posisi diri kita masing-masing dari kisah berhikmah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-5489725299770297653?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/5489725299770297653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/tuhan-pun-bingung.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5489725299770297653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5489725299770297653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/05/tuhan-pun-bingung.html' title='Tuhan Pun Bingung'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-8188244578103337110</id><published>2009-04-12T15:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T15:18:17.632-07:00</updated><title type='text'>Gila Yang Sebenarnya</title><content type='html'>Pada suatu hari, Rasulullah SAW melewati sekelompok orang yang sedang berkumpul.&lt;br /&gt;Beliau bertanya,"Karena apa kalian berkumpul disini".&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, " Ya Rasulullah, ini ada orang gila, sedang mengamuk. Karena itulah kami berkumpul disini?".&lt;br /&gt;Beliau bersabda : "Orang ini bukan gila. Ia sedang mendapat musibah. Tahukah kalian, Siapakah orang gila yang benar-benar gila ( al-majnun haqq al-majnun)?" .&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, "Tidak,ya Rasulullah.. .?"&lt;br /&gt;Beliau menjelaskan, "Orang gila adalah orang yang berjalan dengan sombong, yang memandang orang dengan pandangan yang merendahkan, yang membusungkan dada, berharap akan ada Surga Tuhan sambil berbuat maksiat kepadaNya, yang kejelekannya membuat orang tidak aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya. Adapun orang ini, dia hanya sedang mendapat musibah saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majnun, orang gila, berasal dari akar kata jannat, yang artinya menutupi. Dia masih mempunyai akal, tetapi akalnya itu tidak dapat menerangi perilakunya. Akalnya sudah dikuasai hawa napsunya. Dengan pengertian inilah Nabi Muhammad SAW, menyebut orang takabur sebagai majnun. Para sahabat menyebut majnun kepada orang yang perilakunya tidak normal (abnormal). Sementara Nabi menyebut orang seperti itu dengan mubtala, orang yang mendapat musibah, orang sakit. Dia sakit karena tidak sanggup menanggung derita. Perilakunya yang aneh hanyalah teknik untuk melarikan diri dari kenyataan yang sangat menyakitkan : berpisah dengan orang yang dicintai, dikhianati sahabat, kehilangan pekerjaan, menghadapi buah simalakama, dsb. Nabi SAW menyuruh kita melihat orang seperti itu sebagai orang yang kita bantu. Ia bukan majnun, tetapi mubtala. Kita harus meringankan deritanya dan memberikan jalan keluar dari bala yang mengenainya. Ia bukan orang yang tertutup akalnya. Ia hanya orang yang hancur hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Tuhan berkata : "Carilah Aku ditengah-tengah orang yang hancur hatinya ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kena bala harus didekati, tetapi orang gila harus dijauhi. Menurut Nabi SAW, ciri utama orang gila adalah takabur. Ia merasa dirinya besar dan merendahkan orang lain. Takabur menutupi kenyataan bahwa ia tidak berbeda dengan yang lainnya. Ia hanya makhluk yang berasal dari nuthfah dan berakhir pada jifah (bangkai). Karena takabur, dia menjadi majnun. Akalnya tertutup. Takabur mengubah kedudukan, keturunan, dan kekayaan menjadi tirai baja yang menutup jati dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata kepada Abu Dzarr, "Wahai Abu Dzarr, barang siapa mati dan dalam hatinya ada sebesar debu dari takabur, ia tidak akan mencium bau Surga, kecuali jika Ia bertaubat sebelum maut menjemputnya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzarr berkata: "Ya Rasulullah, Aku mudah terpesona dengan keindahan, Aku ingin gantungkan cambukku indah dan pasangan sandalku juga indah. Yang demikian itu membuatku takut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya : “Bagaimana perasaan hatimu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzarr menjawab : "Aku dapatkan hatiku mengenal kebenaran dan tentram didalamnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata : "Yang demikian itu tidak termasuk takabur. Takabur itu ialah meninggalkan kebenaran dan kamu mengambil selain kebenaran. Kamu melihat kepada orang lain dengan pandangan bahwa kehormatannya tidak sama dengan kehormatanmu, darahnya tidak sama dengan darahmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, Anda takabur kalau Anda tidak mau menerima kebenaran karena yang menyampaikan kebenaran itu rakyat kecil, Orang miskin, bawahan atau pegawai. Anda tidak mau mendengar nasehat dari Anak atau Istri Anda, karena Anda menganggap mereka lebih rendah dari Anda. Anda tidak mau mendengar pembicaraan dari orang Isalam yang pahamnya berbeda dengan Anda karena Anda menganggap mereka sesat dan Anda berada di jalan yang benar. Karena Anda mempunyai hubungan dekat dengan orang besar, Anda ingin diperlakukan sebagai orang istimewa dan hokum apapun tidak boleh berlaku untuk Anda. Karena Anda merasa lebih berilmu, Anda meremehkan orang yang Anda anggap bodoh. Anda kecam mereka. Anda tertawakan kejahilan mereka. Kalau ilmu Anda itu ilmu Agama. Anda berikan gelar-gelar yang buruk kepada orang yang Anda pandang tidak sepaham dengan Anda. Anda khusukan Surga itu untuk kelompok Anda dan neraka untuk kelompok lain. Anda sahkan semua ibadah Anda dan anda batalkan ibadah yang lain. Karena Anda ahli ibadah, Anda merasa diri Anda yang paling salih diantara seluruh makhluk di Bumi ini. Anda sombong dengan salat malam anda. Anda bangga dengan bacaan Alquran Anda. Anda tinggi hati dengan haji dan umrah Anda. Kemudian, Anda merasa puas dengan ibadat Anda dan lupa dengan akhlak Anda di tengah-tengah masyarakat. Anda begitu puas dengan puasa Anda, sehingga Anda lupa pada fakir miskin disekitar Anda. Anda begitu senang dengan salat Anda sehingga Anda lupa memperbaiki akhlak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Anda mempunyai kekayaan lebih dari kebanyakan orang. Anda busungkan dada anda. Anda rendahkan orang-orang yang kurang kaya disbanding Anda. Anda ciptakan kelompok eksklusif. Anda singkirkan ke pinggir, orang-orang yang lebih miskin dari anda. Anda menganggap mereka tidak sederajat dan tidak sedarah dengan anda. Karena anda merasa berkuasa, anda tidak segan-segan menggebuk orang yang tidak anda sukai. Anda tidak menghiraukan penderitaan rakyat kecil yang anda tindas dengan semena-mena. Anda menegakkan kekuasaan diatas keringat, air mata dan darah orang-orang yang tak berdaya. Kalimat-kalimat diatas dapat anda gunakan untuk mendiagnosis apakah anda memiliki penyakit takabur. Satu saja diantara "gejala" itu anda rsakan, anda sudah menjadi orang yang betul-betul gila (almajnun haq-almjnun) ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Jalaluddin Rakhmat "Reformasi Sufistik" Penerbit : Pustaka Hidayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-8188244578103337110?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/8188244578103337110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/04/gila-yang-sebenarnya.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8188244578103337110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8188244578103337110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/04/gila-yang-sebenarnya.html' title='Gila Yang Sebenarnya'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-5323533083327820776</id><published>2009-04-07T03:55:00.001-07:00</published><updated>2009-04-07T04:01:51.221-07:00</updated><title type='text'>Ya ALLAH...., Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri...?</title><content type='html'>Saat itu adalah bulan Muharram tahun 1424 H. Seorang  pria bernama Mamat yang bekerja di Bandara  Soekarno-Hatta sedang sibuk mengangkat koper-koper  penumpang. Koper bukan sembarang koper. Semua koper  yang baru saja dibongkar dari pesawat Saudia Airlines  itu memiliki kesamaan; berbentuk besar, berwarna biru  tua dan bertuliskan nama pemilik, nomer kloter dan  asal kota. Koper-koper tersebut adalah milik jemaah  haji yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji di  Tanah Suci pada tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali mengangkat satu koper, Mamat selalu  membaca basmalah dan shalawat kepada Rasulullah Saw.  Sudah berpuluh koper yang ia angkat, hingga rasa itu  muncul di dadanya. Pada kali selanjutnya, tatkala  tangannya menggamit pegangan koper, ia sempat membaca  doa kecil kepada Allah Sang Penguasa alam di dalam  hatinya, "Ya Allah, kapan saya mengangkat koperku  sendiri seperti ini...?!" Sebenarnya yang ia maksud  adalah ia begitu berharap dapat berangkat haji ke  Baitullah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Allah mendengar jeritan hati Mamat. Hanya  selang 4 bulan saja, Subhanallah, namanya keluar  sebagai salah seorang dari 17 orang pegawai yang  mendapatkan jatah naik haji tahun itu atas biaya  kantor. Mamat pun amat bersyukur kepada Allah Ta'ala  karenanya.  Namun kebahagiaan ini tidak serta-merta membuat Mamat  puas hati. Ia tahu bahwa berita ini boleh jadi akan  membuat Iis, istrinya bersedih. Sebab hanya dia saja  yang dapat berangkat naik haji, padahal mereka berdua  selalu berdoa kepada Allah Swt agar dapat berangkat  naik haji bersama-sama.  Maka tatkala menyampaikan berita ini pun, Mamat amat  hati-hati dalam mengemasnya. "Semoga tidak ada bahasa  yang terpeleset dan melukai hati", itulah harapan  Mamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Is.... Akang minta maaf ya sama kamu..." Mamat  mencoba membuka percakapan dengan meminta maaf  terlebih dahulu. "Emangnya ada apa, Kang?" sang istri  bertanya. "Akang ingin beritahukan sesuatu ke kamu,  tapi kamu jangan marah ya... apalagi sedih...?" sambut  Mamat. Kalimat itu membuat Iis menjadi gelisah. Ia  coba tenangkan hati untuk mendengar berita gak enak  ini. Mamat pun kemudian menyambung kalimatnya dengan  nada hati-hati, "Is... Akang hari ini mendapat  kejutan. Akang terpilih menjadi salah satu karyawan  yang akan diberangkatkan haji oleh kantor..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah. ...!!!" Iis berteriak kegirangan. Ia langsung melompat ke arah Mamat suaminya dan memeluknya dengan erat. Dengan bersemangat Iis berkata, "Kirain berita sedih...! Berita bagus kayak begini kok dibawa sedih kayak begitu Kang? Iis ikut senang ngedengernya! " "Ya... emang sebenarnya ini adalah berita gembira, cuma yang bikin Akang takut membuat kamu sedih adalah karena Akang gak punya duit untuk ngeberangkatin kamu, Is! Akang khan cuma pegawai kecil seperti kamu tahu... Kalau saja, duit itu ada, tentu Akang akan ajak kamu juga untuk berhaji ke rumah Allah!" Iis lalu mengerti kegundahan yang berkecamuk dalam hati suaminya. Sambil tersenyum, Iis berujar, "Udah kang gak usah dipikirin, Iis rela melepas Akang naik haji. Tapi jangan lupa doain Iis ya biar cepat nyusul!" Akhirnya, apa yang dikhawatirkan Mamat tentang perasaan istrinya pun tidak berlaku. Sekali lagi Mamat bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah jadwal Mamat untuk berangkat haji.  Seperti kebiasaan orang kampungnya, maka kepergian  Mamat diantar dengan adzan dan iqamat. Pembacaan  shalawat dustur yang dikumandangkan oleh seorang   ustadz pun membuat semua orang haru meneteskan air  mata. Saat itulah, Mamat berpamitan dengan menyalami  serta merangkul orang-orang yang ia kenal seraya  meminta restu. Semua anggota keluarga, kerabat,  tetangga, sanak famili menghadiri acara itu. Semuanya  sudah bersalaman dan berangkulan dengan Mamat. Hingga  saat Mamat hendak naik ke atas kendaraan, saat itulah  tiba giliran Iis mencium punggung telapak tangan suaminya dan suasana haru pun tercipta. Air mata  suami-istri itu pun jatuh membasahi bumi. Saat mereka berdua berpelukan, Iis berucap, "Kang Mamat....,  jangan lupa untuk doain Iis ya di Baitullah... panggil-panggil nama Iis di sana. Insya Allah, Iis dan anak-anak ikhlas ngelepas Akang. Semoga kita semua, dengan doa kang Mamat, bisa nyusul berangkat haji bareng-bareng. ..!" Tak kuasa Mamat menahan tangis. Pelukan itu makin ia pererat. Ia hanya mampu mengucapkan kata 'Amien'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati, Mamat berucap agar Allah Swt juga berkenan mengajak istri dan anak-anaknya untuk berhaji seperti dia. Di dalam kendaraan Mamat masih sempat berdoa kepada Allah Swt untuk keluarga yang ia tinggalkan: ALLAHUMMA ANTAS SHAHIBU FIS SAFAR, WAL KHALIFATU FIL AHLI. HR. Muslim "Ya Allah, Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan. Engkau juga yang menggantikan aku untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan. .. Amien" HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai membaca doa, ia pusatkan konsentrasinya untuk  khusyuk beribadah kepada Allah Swt. 42 hari Mamat menuntaskan semua ritual ibadah haji di  kota suci Mekkah Al Mukarramah dan Madinah Al  Munawwarah. Semuanya dijalani dengan begitu khusyuk  dan nikmat. Sesampainya di tanah air pun, ia langsung mendapatkan sebuah titel baru dari masyarakat. Kini ia dikenal dengan panggilan Haji Mamat di kampungnya.&lt;br /&gt;Lepas 6 bulan setelah kepulangannya dari tanah suci.  Iis istrinya yang dulu sempat berucap ikhlas melepas  kepergian suaminya ke tanah suci, pagi itu ia  kelepasan berujar bahwa dirinya sebenarnya begitu  ingin juga berangkat ke tanah suci untuk berhaji.  Kalimat itu dituturkan dengan nada sedih yang  mengguncang hati Mamat. Kegundahan itu memang pernah  diduga sebelumnya oleh Mamat. Namun baru kali ini  kegundahan itu membuncah, dan tercetus lewat penuturan  akan kerinduan untuk datang ke rumah Allah Swt dalam  ritual haji. Muslim atau muslimah mana yang tidak mau  untuk berhaji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demi menghibur hati Iis, Mamat pun berujar  kepadanya, "Is... kamu memang berhak untuk berangkat  haji seperti orang lain, tapi Akang belum cukup punya  uang. Sekarang kita hanya mampu untuk berdoa kepada  Allah Swt.... Dia Maha Kuasa.... Jangankan minta  haji.... minta yang lebih dari itu Dia pun amat kuasa.  Nanti malam kita bangun ya untuk shalat tahajud...!  kata ustadz, doa pada sepertiga malam terakhir amat  dikabul. Nanti kita doa sama-sama untuk minta naik  haji. Insya Allah akan dikabulkan.. . percaya deh!"&lt;br /&gt;Demikian ajakan Mamat kepada istrinya untuk melakukan  shalat tahajud dan berdoa bersama nanti malam. Dan  ajakan itu, disambut dengan anggukan kepala oleh Iis  tanda setuju.  Rupanya Mamat pulang dari kerja tidak seperti biasa.  Hari itu ia tiba di rumah lewat dari pukul 20.00 WIB.  Rupanya ada pekerjaan ekstra yang ia lakukan. Biasanya  Mamat sudah tiba di rumah pukul 5 sore. Mungkin, ada  pesawat lain yang tiba di luar jadwal, sehingga  beberapa kuli panggul seperti Mamat disiagakan untuk  bongkar muatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamat pulang dengan badan yang letih. Usai menjalani  shalat Isya, ia langsung rebahan di atas kasur dan  langsung tertidur. Rasa letih membuatnya lupa untuk  makan malam terlebih dahulu, atau menyapa keluarganya  yang masih menunggu  kedatangannya. Iis dapat memaklumi  hal itu. Tidak beberapa lama kemudian, Iis pun  menyusul tidur di atas ranjang bersama suaminya.  Seperti apa yang telah mereka janjikan, Iis terjaga  dan bangkit dari tidur pada pukul 3 pagi. Kemudian ia tepuk-tepuk kaki suaminya. Karena terlalu letih, Mamat tak sanggup untuk bangkit dan hanya berujar, "Ah...ah...! " tanda bahwa ia tak sanggup membuka mata. Iis langsung bangkit menuju kamar mandi. Usai berwudhu, ia kembali lagi ke kamar untuk bertahajud. Sajadah telah dibentangkan dan mukena pun telah ia kenakan. Sebelum melakukan shalat, untuk kedua kalinya Iis menepuk kaki Mamat agar ia bangun dan melakukan shalat tahajud bersama-sama. Sekali lagi, Mamat hanya mengeluarkan kata, "Ahh...ahh.. .!" Ia terlalu lelah untuk bangkit dan menyusul istrinya untuk bertahajud. Iis pun memaklumi. Raut wajah Mamat yang letih sudah mengabarkan bahwa ia terlalu lelah bekerja hari itu. Iis pun melapalkan takbiratul ihram tanda ia memulai shalat tahajud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu khusyuk shalat yang Iis dirikan, dan di atas  pembaringan Mamat pun menyaksikan sosok istrinya yang  bermukena sedang menjalankan shalat. Namun ia dalam  kondisi antara tidur dan terjaga. Kata orang, ini  adalah tidur ayam. Tidur tak mau, bangun tak kuasa. Setiap gerakan shalat yang Iis lakukan selalu ia  iringi dengan tetesan air mata. Sungguh..., seolah  Allah Swt hadir menyambut kedatangan Iis dalam  keheningan malam itu. Hingga kedekatan dengan Sang  Maha Pencipta pun dapat dirasakan oleh Iis yang  menjalankan shalat tahajud.  Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Sudah satu jam  lebih Iis melakukan shalat dan dzikir kepada Allah Swt. Waktu telah menunjukkan pukul 4 lebih. Dan ia  berkeinginan untuk bermunajat kepada Allah Swt dalam  lantunan dan rangkaian doa yang ia bacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahumma, ya Allah... Izinkan hamba-Mu ini untuk dapat berhaji ke rumah-Mu. Mudahkan jalan hamba.... Lapangkanlah rezeki kami. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya... . Berikan perkenanmu agar aku sanggup datang ke rumah-Mu untuk beribadah dan memakmurkannya. .. Dengarkan doaku dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesyahduan doa yang dibaca oleh Iis kepada  Tuhannya, rupanya Mamat pun sempat mengamini di dalam  hati tanpa sepatah kata pun terucap. Sungguh, malam  itu telah terbangun sebuah jalinan suci antara seorang  hamba dengan Allah Swt dalam rangkaian doa yang penuh  hikmat dan cita.  Adzan Shubuh mulai terdengar di beberapa masjid dan   mushalla. Untuk terakhir kali, Iis membangunkan Mamat  suaminya sambil berujar, "Pak Haji... ayo bangun! Malu  sama tetangga. Masa  sudah haji enggak shalat Shubuh  berjamaah? Ayo bangun, Kang....!"  Mamat pun bangkit. Berat sekali rasanya ia mengangkat  badan. Setelah berwudhu, ia pun mengenakan pakaian  yang bersih lalu berangkat menuju mushalla untuk  melaksanakan shalat Shubuh.  Mamat mengucapkan salam saat masuk kembali ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iis dan anak-anak pun sudah bangun semua. Inilah rumah  yang berkah. Semua sudah terjaga dan bangkit untuk  menyongsong hari yang indah. Mamat kemudian meminta  Iis membuatkan secangkir kopi untuknya. Kemudian  dengan tasbih di tangan, ia baru saja hendak  menempelkan pantatnya ke kursi sofa di ruangan depan.  Namun tiba-tiba hasratnya untuk duduk, dihentikan oleh  dering telfon yang berbunyi keras di pagi hari. Mamat  pun mengangkat gagang telfon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum. .... ini dari mana dan mau bicara  dengan siapa?" Mamat membuka pembicaraan. "Mat... ini  teh Sulis, Iis ada nggak?" demikian suara di seberang  menjawab. Mamat pun tahu bahwa orang yang menelfon ini  rupanya adalah kakak iparnya sendiri. Tanpa berpikir  panjang, Mamat pun memanggil Iis yang saat itu sedang  hendak membuatkan kopi  untuknya.  Mamat kembali duduk di atas kursi sofa. Sementara Iis  duduk di lantai untuk menerima telfon. Baru saja Iis mengucapkan salam kepada teh Sulis, namun setelah itu tidak ada satu patah kata pun yang meluncur dari mulut Iis. Yang ada adalah deraian air mata dan kata, 'iya Teh!' berulang-ulang diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan telfon di pagi hari itu sudah lebih dari  10 menit berlangsung. Melihat istrinya terus menangis,  Mamat menduga bahwa ada berita buruk yang terjadi  terhadap keluarga hingga pagi-pagi begini sudah  menelfon dan membuat istrinya menangis. Mamat mengira  bahwa ada salah seorang familinya berpulang kepangkuan  Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagang telfon itu kemudian diletakkan Iis. Ia masih  sesenggukan menahan tangis. Iis mencoba mengangkat  wajah dan menghadap ke arah suaminya. Saat itu Mamat  mencoba menyelak dengan pertanyaan, "Siapa yang  meninggal, Is..?" Masih sesenggukan Iis menjawab, "Gak  ada yang meninggal, Kang!" "Lalu kenapa kamu menangis  kayak begitu, emangnya berita sedih apa yang  diceritain teh Sulis?" Mamat masih mengejar dengan  pertanyaan yang lebih menukik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah Iis menceritakan hal sebenarnya,  "Kang...., barusan teh Sulis bilang bahwa ia berniat  berangkat haji tahun ini. Kebetulan kang Andi suaminya  lagi banyak kerjaan. Kang Andi gak bisa nemenin....Teh Sulis tadi nanya saya, kamu khan belum berhaji,  mau gak saya ajak? Teh Sulis mau bayarin biaya haji  saya.... tapi saya disuruh minta izin dulu ke Akang.&lt;br /&gt;Iis gak nyangka, Kang.... begitu cepat Allah menjawab  doa yang baru saja Iis sampaikan dalam tahajud.  Sekarang, pilihan mah ada di Akang. Jika Akang  izinkan, saya siap. Kalau Akang enggak izinin saya  juga ikhlas...!" Iis berhenti sejenak mengatur  nafasnya yang masih sesenggukan. Air mata itu masih  menetes tanda haru dan syukur atas doa yang Allah Swt  kabulkan. Sementara Mamat masih terdiam, terperangah  dan takjub atas kemurahan Tuhan.&lt;br /&gt;Mamat langsung merangkul istrinya ke dalam dekapan.  Mamat berujar, "Kamu boleh berangkat haji untuk  beribadah dan nemenin teh Sulis. Akang ikhlas  mengizinkan kamu dan merawat anak-anak di rumah.  Silahkan kamu berhaji untuk melengkapi agama kamu,  Is!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya masih berpelukan erat tanda haru dan syukur  atas nikmat Allah Swt yang tiada ternilai. Dalam  keharuan tersebut ternyata masih tersisa sebuah  penyesalan dalam dada Mamat yang kemudian terbersit di  hatinya, "Coba, saya ikut bangun tahajud dan berdoa  kepada Allah untuk minta haji. Mungkin bisa berangkat bareng-bareng juga kali ya....?!" Itulah kisah sepasang suami-istri hamba Allah Swt yang dimudahkan untuk berhaji ke Baitullah. Semoga Anda dan saya dapat menerima anugerah serupa. Amien!&lt;br /&gt;"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak  menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu  mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan  kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. 2:185)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-5323533083327820776?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/5323533083327820776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/04/ya-allah-kapan-aku-mengangkat-koperku.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5323533083327820776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5323533083327820776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/04/ya-allah-kapan-aku-mengangkat-koperku.html' title='Ya ALLAH...., Kapan Aku Mengangkat Koperku Sendiri...?'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-5119153036836112665</id><published>2009-04-02T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T08:44:42.842-07:00</updated><title type='text'>Gosip</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seorang wanita meneruskan sedikit yang ia dengar tentang tetangganya. Hanya dalam beberapa hari seluruh kampung telah mengetahui cerita itu. Orang yang digosipkan merasa tersinggung dan sakit hati. Di kemudian hari,  wanita yang memulai gossip itu menyadari bahwa gosip itu ternyata sama sekali tidak benar. Ia merasa menyesal lalu mendatangi seorang yang bijak. Ia bertanya kepadanya cara memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Pergilah ke pasar,” kata si orang bijak, “lalu belilah anak ayam dan mintalah untuk disembelih sekalian. Kemudian dalam perjalananmu pulang, cabutlah bulu ayam itu dan jatuhkan satu demi satu di jalan yang kau lalui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun heran dengan nasihat itu, si wanita tetap melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, si orang bijak berkata, ”sekarang, pergilah dan kumpulkan semua bulu yang kemarin kau jatuhkan lalu serahkan bulu-bulu padaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si wanita segera menelusuri jalan yang ia tempuh kemarin. Ia merasa kaget dan cemas melihat angin telah meniup semua bulu-bul itu. Setelah berjam-jam mencari ia kembali hanya dengan tiga helai bulu saja ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau mengerti,” kata si orang bijak, ”adalah mudah menjatuhkan bulu-bulu itu, tapi mustahil mengumpulkannya kembali. Demikian pula halnya dengan gosip, tidak butuh waktu banyak untuk menyebarkannya, tetapi sekali kau lakukan, kau tidak akan dapat benar-benar mengoreksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;QS. AL HUJURAAT: 10 – 12&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LEBIH BAIK DIAM KALAU HANYA PRASANGKA/AMARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-5119153036836112665?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/5119153036836112665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/04/gosip.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5119153036836112665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5119153036836112665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/04/gosip.html' title='Gosip'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-3471711210233892156</id><published>2009-03-30T12:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T16:34:12.412-07:00</updated><title type='text'>Motivation Training</title><content type='html'>Tanggal 29 Maret 2009, saya diberi kesempatan untuk mengisi acara sebuah training motivasi di kota Sidoarjo. Training yang diadakan oleh Pengurus daerah PII Sidoarjo ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para siswa yang akan melakukan Ujian Nasional (UN). Tidak sekedar motivasi tetapi juga sebuah kesadaraan yang harus di akui oleh semua siswa bahwa Un adalah sebuah ujian kecil, sehingga tidak perlu membuat "stress" pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara tersebut, materi yang saya berikan antara lain: penyadaran diri bahwa manusia adalah mahluk yang paling sempurna, penjelasan tentang beberapa kelebihan manusia dibanding dengan mahlukNYA yang lain, The True Power Of Water, beberapa contoh manusia sukses dengan beberapa kekukangan yang dimiliknya, cara mencapai fokus yang baik dan benar, yang terakhir adalah praktek untuk memfokus diri pada apa yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berjalan lancar, pada sesi terakhir, peserta saya ajak untuk melakukan relaksasi dan mengetahui jati diri masing-masing. Saya mereka sharing dengan mereka sendiri. Saya ajak mereka merenung tentang apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia ini dan yang terakhir saya ajak mereka untuk bertemu dengan "Tuhan"-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sesi terakhir ini saya merasakan kesungguhan mereka untuk menjadi manusia yang baik dan benar. Tetapi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut tidak mudah dilalui, banyak situasi yang dihadapi oleh manusia sedangkan persiapan sejak dini belum terbentuk. Sehingga banyak manusia mencari solusinya dengan cara mereka masing-masing. Pada proses inilah rentan terjadi kesalahan dalam pengambilan cara penyelesaian masalah. Banyak manusia terjerumus pada kesyirikan atau pada ketergantungan pada mahlukNya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih mengetahui lebih detail, materi training bisa diunduh &lt;a href="http://www.4shared.com/file/95850215/52cbaa44/Presentasi.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;, video manusia dengan keterbatasannya tetapi bisa mencapai sukses (Hi Ah Lie sang Pianis) bisa diunduh &lt;a href="http://www.4shared.com/file/95878735/d94271a2/HI_AH_LIE.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;, dan video semangat yang tinggi akan mewujudkan impian bisa diunduh &lt;a href="http://www.4shared.com/file/95860482/5e4082cc/facing_the_giants.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-3471711210233892156?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/3471711210233892156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/motivation-training.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/3471711210233892156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/3471711210233892156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/motivation-training.html' title='Motivation Training'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-8488498063116659946</id><published>2009-03-23T14:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T15:11:40.505-07:00</updated><title type='text'>Rencana Tuhan Pasti Indah</title><content type='html'>Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; "anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat  bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh  indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibu berkata : "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang  direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Tuhan ;&lt;br /&gt;"Tuhan, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu."&lt;br /&gt;Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Tuhan menjawab, " Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA ALLAH BERILAH SELALU PETUNJUK MU PADA HAMBA MU INI, AGAR JANJI MU ITU BISA HAMBA PENUHI....AMIN....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-8488498063116659946?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/8488498063116659946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/rencana-tuhan-pasti-indah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8488498063116659946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/8488498063116659946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/rencana-tuhan-pasti-indah.html' title='Rencana Tuhan Pasti Indah'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-193309455977828024</id><published>2009-03-18T12:48:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T13:46:12.138-07:00</updated><title type='text'>aku atau AKU???...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernahkah aku membayangkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFWtkNYc4I/AAAAAAAAAEA/LL17wzRQPH8/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFWtkNYc4I/AAAAAAAAAEA/LL17wzRQPH8/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314624376087802754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFXLaPfulI/AAAAAAAAAEI/cdKLOqWH9XE/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFXLaPfulI/AAAAAAAAAEI/cdKLOqWH9XE/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314624888808389202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;aku menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan aku salah satu penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFXwJkrvdI/AAAAAAAAAEQ/eCRIw0h8PVE/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFXwJkrvdI/AAAAAAAAAEQ/eCRIw0h8PVE/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314625519989013970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jagad raya yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFYYc0k7PI/AAAAAAAAAEY/zpZwoUAaWh4/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFYYc0k7PI/AAAAAAAAAEY/zpZwoUAaWh4/s320/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314626212350717170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Dalam skala ini bumi sudah tidak kelihatan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFZlvkJSQI/AAAAAAAAAEg/0iwL9DWei6Y/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFZlvkJSQI/AAAAAAAAAEg/0iwL9DWei6Y/s320/5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314627540231997698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Di sini matahari hanya sebesar debu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Lalu . . .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;siapakah aku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;apakah tujuan hidup aku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Apa yang membuat aku hidup?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Siapa yang menjadikan aku sebagai manusia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bagaimana aku bisa berharga seperti sekarang ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Masihkah aku bisa menepuk dada &amp;amp; berkata&lt;/span&gt; "&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;inilah aku!&lt;/span&gt;"...??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Sedangkan aku terlalu kerdil berbanding Tuhan yang mencipta sekalian alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;DIA&lt;/span&gt;-lah sang &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;AKU&lt;/span&gt; yang sebenarnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-193309455977828024?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/193309455977828024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/aku-atau-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/193309455977828024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/193309455977828024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/aku-atau-aku.html' title='aku atau AKU???...'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/ScFWtkNYc4I/AAAAAAAAAEA/LL17wzRQPH8/s72-c/1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-3946573707011769100</id><published>2009-03-16T05:17:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T05:27:53.648-07:00</updated><title type='text'>Polisi Itu Temanku</title><content type='html'>Budaya NEPOTISME di Indonesia sulit dihilangkan. Masih banyak kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengambilan kebijakan masih berbau nepotisme. Hal inilah yang menyebabkan moral bangsa Indonesia tambah rusak. dengan menyimak cerita dibawah ini, mungkin akan timbul cara baru bagaimana NEPOTISME sedikit demi sedikit akan lenyap dari bumi Indonesia ini. Cerita ini saya dapatkan dari milis yang dikirim oleh teman, semoga bermanfaaat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.&lt;br /&gt;"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"&lt;br /&gt;"Hai, Jon." Tanpa senyum.&lt;br /&gt;"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.&lt;br /&gt;Istri saya sedang menunggu di rumah."&lt;br /&gt;"Oh ya?" Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."&lt;br /&gt;"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan... ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drive Safely Guys..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-3946573707011769100?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/3946573707011769100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/polisi-itu-temanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/3946573707011769100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/3946573707011769100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/polisi-itu-temanku.html' title='Polisi Itu Temanku'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-2838974637366676999</id><published>2009-03-12T14:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T16:56:50.143-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Penting Untuk Pengemudi</title><content type='html'>Tulisan yang sekarang ini sangat berguna bagi temen-temen yang sukanya nyetir sepeda motor atau mobil. Selamat membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK? &lt;br /&gt;        Sopir (Sop) : Baik Pak? &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Mas tau..kesalahannya apa? &lt;br /&gt;        Sop : Gak pak &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang?lalu menulis dengan sigap &lt;br /&gt;        Sop : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana? kalo ada pasti saya pasang &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Sudah?saya tilang saja?kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan nada keras !! ) &lt;br /&gt;        Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian! &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH) &lt;br /&gt;        Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya?Saya mau yg warna BIRU aja &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku! &lt;br /&gt;        Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku? &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU? Dulu kamu bisa minta form BIRU? tapi sekarang ini kamu Gak bisa? Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot) &lt;br /&gt;        Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi) &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!? Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU? Bapak kan yang gak mau ngasih &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas! &lt;br /&gt;        Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP) &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Wah ? wah hebat betul nih sopir ?. berani, cerdas dan trendy ? (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu) &lt;br /&gt;        Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan shoot pertama? (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi ) &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu &lt;br /&gt;        Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya) &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta) &lt;br /&gt;        Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang) &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal) &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu?... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        S : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak? &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, Pak .... maaf kita ke ATM sebentar ya .... mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.? Untung saya paham macam2 surat tilang.? &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Tambahnya, Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!? &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut: &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar  denda. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-2838974637366676999?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/2838974637366676999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/pelajaran-penting-untuk-pengemudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2838974637366676999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/2838974637366676999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/pelajaran-penting-untuk-pengemudi.html' title='Pelajaran Penting Untuk Pengemudi'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-6142235107754424108</id><published>2009-03-11T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T20:23:52.190-07:00</updated><title type='text'>Al Qur'an Sumber INSPIRASI yang DAHSYAT</title><content type='html'>tulis ini diterima kitar bulan Nopember 2008. Sungguh mengesankan waktu membaca tulisan ini. Silahkan membaca tulisan ini an jangan lupa kasih komen ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi atau yang dikenal dengan Chrisye (1949-2007) di majalah sastra HORISON. Krismansyah Rahadi (1949-2007):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA TAUFIQ ISMAIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya,&lt;br /&gt;berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. "Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti. Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. &gt; Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, Alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul&lt;br /&gt;inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari! Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar "benar" meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak. Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun 'kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ketika Tangan dan Kaki Berkata*&lt;br /&gt;Lirik : Taufiq Ismail&lt;br /&gt;Lagu : Chrisye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang hari mulut dikunci&lt;br /&gt;Kata tak ada lagi&lt;br /&gt;Akan tiba masa tak ada suara&lt;br /&gt;Dari mulut kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata tangan kita&lt;br /&gt;Tentang apa yang dilakukannya&lt;br /&gt;Berkata kaki kita&lt;br /&gt;Kemana saja dia melangkahnya&lt;br /&gt;Tidak tahu kita bila harinya&lt;br /&gt;Tanggung jawab tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana&lt;br /&gt;Tangan kami&lt;br /&gt;Kaki kami&lt;br /&gt;Mulut kami&lt;br /&gt;Mata hati kami&lt;br /&gt;Luruskanlah&lt;br /&gt;Kukuhkanlah&lt;br /&gt;Di jalan cahaya.... sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon karunia&lt;br /&gt;Kepada kami&lt;br /&gt;HambaMu yang hina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125 Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin mengunduh lagu ini &lt;a href="http://www.4shared.com/file/92421879/b84981bf/Chrisye_-_Ketika_tangan_kaki_berkata.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-6142235107754424108?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/6142235107754424108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/al-quran-sumber-inspirasi-yang-dahsyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/6142235107754424108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/6142235107754424108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/al-quran-sumber-inspirasi-yang-dahsyat.html' title='Al Qur&apos;an Sumber INSPIRASI yang DAHSYAT'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6011559751609721235.post-5561095413347556166</id><published>2009-03-10T16:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T16:52:59.791-07:00</updated><title type='text'>LUCU atau ANEH????</title><content type='html'>tulisan ini aquh dapatkan dari milis yang aquh ikuti, semoga bermanfat bagi kita semua....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada satu kerajaan yang cukup makmur,&lt;br /&gt;ada sepasang Raja muda yg bersahaja dan permaisuri yang sangat cantik dan sholikah&lt;br /&gt;Hari demi hari kemakmuran kerajaan ini diberi hadiah oleh ALLAH satu anak laki2&lt;br /&gt;yang kelak anak ini akan menjadi penerus kerajaan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Singkat certita anak ini atau sang Pangeran bertumbuh besar dan menjadi andalan sang raja kelak meneruskan tongkat estafet kerajaan tersebut...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Raja berkeinginan kelak sang pangeran menjadi raja yg pandai, bijak dan bisa mengurus kerajaan dan rakyat, maka Sang pangeran kecil itu disekolahkan keluar negri untuk menuntut ilmu sebagai bekal kelak......&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari ketika sang pangeran sdh pergi bertahun-tahun sang raja mendapat ujian dari ALLAH SWT, yaitu hidung sang raja kena penyakit , yang ujung2nya hidung sang Raja harus diamutasi... ..,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang Raja menjadi gelisah, sang Raja menjadi gundah...,&lt;br /&gt;Apa kata rakyat kelak apabila Sang Raja tidak mempunyai hidung...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi inilah jalan yg harus ditempuh untuk menyelamatkan nyawa si RAJA&lt;br /&gt;Akhirnya Raja mengambil keputusan untuk diamutasi hidungnya... .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa hari setelah Raja diamutasi, Raja tidak keluar dari kamarnya&lt;br /&gt;Ketemu sang permaisuripun malu dan tidak berani....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semakin hari, semakin tersiksa Raja tersebut...&lt;br /&gt;Akhirnya Raja membranikan diri untuk bertemu sang permaisuri.. .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang terjadi...?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang permaisuri tertawa melihat wajah sang Raja...&lt;br /&gt;Raja kemudian marah besar melihat sang permaisuri menetertawakan dirinya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian Raja marah dan mengeluarkan fatwa bahwa sang permaisuri harus diamutasi,&lt;br /&gt;sebagai seorang permaisuri yg harus tunduk perintah dan fatwa raja maka besuknya sang permaisuri diamutasi hidungnya... .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya sang Raja yg gagah dan Permaisuri yg cantik harus mengikhlaskan hidungnya untuk diamutasi... ...,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Raja dan permaisuri lagi memikirkan bagaimana kelak menghadapi orang2 disekitar kerajaan, bagaimana kelak seandainya tampil di kerajaan, apa kata para menteri dan perangkat kerajaan yg lain ???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Benar apa yg diduga raja dan permaisuri.. ......... .&lt;br /&gt;Semua menertawakan Raja dan Permaisuri.. ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Raja pun MARAH !!!!!!&lt;br /&gt;RAJA memerintahkan semua menteri , pengawal, penasehat dan semua perangkat kerjaaan untuk diamutasi hidungnya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua orang dikerajaanpun mengamutasi hidungnya melaksanakan perintah raja.....&lt;br /&gt;Mulai pengawal, penasehat dan semua orang di kerajaan dan pemerintahan akhirnya tidak punya hidung, dan Raja dan permaisuri puas... karena sdh tdk ada yg menertawakan lagi....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi tidak sampai disitu......&lt;br /&gt;Ketika Raja dan Permaisuri beserta pengawal , menteri berkeliling ke negerinya untuk melihat rakyat lebih dekat, maka seluruh rakyat MENERTAWAKAN Raja, permaisuri dan seluruh perangkat kerajaaan... .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;RAJA MURKA !!!!! dan MARAH lagiii.....&lt;br /&gt;Keesokan harinya RAJA mengeluarkan perintah agar semua yang ada di negri dan kerajaan untuk mengamutasi hidungnya... .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhrinya semua penduduk negri dan seluruh kerajaan tidak mempunyai HIDUNG....!! !!!&lt;br /&gt;Raja beranggapan sudah tidak ada yang menertawakan, menghina dan merendahkan lagi......&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TAPI........ ........,&lt;br /&gt;RAJA LUPA !!!!&lt;br /&gt;Bahwa dia punya sang pangeran yg masih sekolah menuntut ilmu di luar negri...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun lamanya sang pangeran menuntut ilmu diluar negri....&lt;br /&gt;Akhirnya tiba waktunya sang pangeran harus pulang ke negrinya....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang terjadi ????&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika SANG PANGERAN menginjak kakinya di negri tersebut yang disambut oleh seluruh rakyat, raja, dan semua perangkat kerajaan.... ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua melihat aneh...&lt;br /&gt;Semua melihat ada satu kejanggalan. ...&lt;br /&gt;Semua MENERTAWAKAN sang pangeran mulai Raja sampai Rakyatnya..&lt;br /&gt;Karena Sang pangeran yg gagah itu punya HIDUNG......&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Inilah sekelumit cerita yg bisa diambil hikmahnya...&lt;br /&gt;dulu orang merasa aneh melihat orang tidak mempunyai hidung..&lt;br /&gt;dan karena nafsu raja....&lt;br /&gt;akhirnya orang menjadi aneh melihat orang yang mempunyai hidung....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Inilah ISLAM.....&lt;br /&gt;Dia datang ASING....&lt;br /&gt;Dan saat ini orang melaksanakan ISLAM secara benar dan kaffah...., maka semua orang menghujat dan menjadi bahan tertawaan... ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mari kita ambil hikmah dari cerita ini, mohon maaf lahir bathin&lt;br /&gt;Semoga ALLAH yg menggenggam hati dan ruh kita membimbing kita sampai akhir kehidupan kita, jazakumullah khoiron katsir. Wass&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6011559751609721235-5561095413347556166?l=milis-jsuwarno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/feeds/5561095413347556166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/lucu-atau-aneh.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5561095413347556166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6011559751609721235/posts/default/5561095413347556166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/lucu-atau-aneh.html' title='LUCU atau ANEH????'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
